Mojokerto (beritajatim.com) – Kapolresta Mojokerto, AKBP Wiwit Adisatria menyatakan bahwa hasil sementara Tim Forensik Laboratorium Forensik (Labfor) RS Bhayangkara Polda Jatim, korban tewas dicekik. Korban, Aura Enjelie (13) siswi SMPN 1 Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ini kekurangan oksigen.
“Hasil otopsi sementara, terdapat bahwa yang bersangkutan ini (korban, red) kekurangan oksigen. Dari pengakuan pelaku sementara, mencekik,” ungkapnya, Selasa (13/6/2023).
Pelajar asal Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ini dibunuh di belakang rumah pelaku AB (15). Lokasi pembunuhan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Atok Utomo dan Yuliana ini, berjarak sekitar 200 meter di belakang rumah pelaku AB di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
Sebelumnya, ahli forensik RS Bhayangkara Polda Jatim, dr Mustika Chasanatusy Syarifah mengatakan, tim dokter forensik RS Bhayangkara Polda Jatim mengungkap jika kematian korban diduga karena dicekik. Hal itu terlihat dari ditemukannya bekas luka kekerasan dari benda tumpul di leher bagian kiri depan korban.
”Kesimpulan sementara korban meninggal karena kekerasan di bagian leher kiri depan. Bisa jadi seperti itu (dicekik, red). Seusai dari luka-lukanya, menyerupai luka yang disebabkan dari tangan. Kami temukan tanda kekerasan juga di bagian lengan kanan,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Pembunuhan Mayat dalam Karung di Mojokerto Terungkap dari HP Korban
Namun pihaknya belum bisa memastikan apakah korban dibunuh oleh dua pelaku yang sudah diringkus anggota Satreskrim Polresta Mojokerto pada, Senin (12/5/2023) kemarin. Kedua pelaku yang diamankan tersebut yakni AB (15) dan AD (19) yang diringkus di rumahnya di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. [tin/but]
![Siswa SMP di Mojokerto Dicekik Teman hingga Tewas Kehabisan Oksigen Rumah pelaku AB (15) di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto yang menjadi lokasi pembunuhan. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230613-WA0102_oqVhufEG1J-1024x768.jpeg)





