Surabaya (beritajatim.com) – Saat ini perkembangan teknologi semakin maju dan canggih. Belakangan, ramai diperbincangkan soal teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Hal itu pun tak luput dari perhatian SMAMITA Sidoarjo.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Taman (SMAMITA) Edwin Yogi Laayrananta mengatakan, dalam dua tahun ke depan, pihaknya akan berfokus pada riset dan pengembangan teknologi untuk menyambut AI. Riset dan teknologi tersebut memang menjadi keunggulan SMAMITA.
“Keunggulan sekolah kita terkait dengan karya tulis ilmiah. Ke depan, tahun 2023/2024 arahnya ke riset dan pengembangan teknologi. Itu yang kita arahkan dalam dua tahun ke depan,” ujar Edwin usai Wisuda ke-53 SMAMITA di Hotel Papilio Surabaya, Sabtu (10/6/2023).
Edwin menyebut, AI menjadi tantangan ke depan. Sehingga, siswa memerlukan sebuah nilai kejujuran, kedisiplinan, kerjasama, simpati hingga empati. Bukan hanya sekedar memerlukan pengetahuan kognitif saja.
Apalagi, menurutnya di tengah kemajuan teknologi saat ini, perusahaan sudah memiliki pola yang berbeda untuk menyerap para tenaga kerja. Sehingga, kondisi itu sudah tidak sama seperti 10 tahun lalu.
“Ada nilai, ada rasa yang itu sudah tiga tahun ini kita sampaikan pada siswa. Itu yang jadi bekal mereka. Artinya, tantangan ke depan ini tidak hanya sebatas kamu pintar atau tidak pintar, tapi kamu punya kepekaan atau kepedulian,” jelasnya.
SMAMITA sendiri, lanjut Edwin, sudah mulai membiasakan untuk menerapkan nilai-nilai non akademik. Misalnya, salat berjamaah hingga mencetak keberanian para siswa. “Jadi, kita ada pembiasaan di sekolah. Memang ada struktur kurikulum yang kita rubah di sekolah. Salah satunya ada nilai dan ada waktu yang lebih untuk mereka untuk melakukan aktifitas yang hubungannya dengan kejujuran, kedisiplinan, empati yang kita bangun dengan siswa,” paparnya. [ipl/kun]
BACA JUGA:






