Jakarta (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, memuji Menteri Pertahanan Prabowo Subianto atas keberanian moralnya mendorong Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina. Dia menilai, proposal yang disampaikan Prabowo dalam pertemuan puncak pertahanan di Singapura mewakili sikap politik luar negeri Indonesia.
Sultan menilai proposal tersebut juga relevan dengan jejak historis perang terbuka di negara-negara modern.
“Saya kira itu usulan yang jauh dari tendens keberpihakan dan merupakan upaya efektif meredam ketegangan kedua negara yang berkonflik,” ujar Sultan melalui keterangan tertulisnya.
Sultan mengatakan Prabowo menunjukkan sikap tegas atas konflik Rusia-Ukraina. Meski pada akhirnya proposal tersebut ditentang Ukraina karena dianggap lebih berpihak pada Rusia.
Perdamaian dunia hanya akan terwujud oleh keberanian moral para pemimpinnya. Tentunya dengan pengalaman serta pengetahuan utuh mengenai manajemen konflik.
“Sebagai bangsa, kita patut berbangga dengan argumentasi politik dan proposal damai yang diajukan pak Prabowo. Hampir tidak ada pemimpin negara manapun yang berpikir lugas tanpa kepentingan seperti beliau saat ini,” tegasnya.
Baca Juga:
DPD RI Soroti Masih Rendahnya Penyaluran Dana Desa
Menurut Sultan, sudah saatnya Indonesia memainkan peran perdamaian di level global secara konkret tanpa didasari kepentingan apapun. Tepat seperti yang dilakukan oleh Prabowo.
Bahwa usulan tersebut dinilai tidak adil dan tidak populis, tentu itu merupakan tanggapan yang normal.
“Perspektif Pak Prabowo terkait resolusi konflik tersebut tentu berdasarkan pada nilai falsafah bangsa Indonesia yang silih asah, silih asih dan silih asuh. Konflik Rusia dan Ukraina hanya akan selesai jika keduanya bisa meredakan ego dan bersedia untuk melakukan gencatan senjata, membuka ruang diplomasi yang saling memberikan manfaat bagi kedua negara”, tutupnya.
Baca Juga:
Proposal Prabowo Soal Perdamaian Ukraina dari Pribadi
Diketahui, Menhan Prabowo mengusulkan 5 saran terkait perang Rusia-Ukraina, salah satunya adalah referendum dan gencatan senjata serta membentuk zona demiliterisasi.
“Karena itu saya ingin mengambil kesempatan ini untuk merekomendasikan bagi saudara-saudara kita di Ukraina dan di Rusia untuk secepat mungkin menghentikan permusuhan,” kata Prabowo di acara International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit, Singapura, seperti dalam keterangan resminya, Sabtu (3/6/2023). [beq]






