Jember (beritajatim.com) – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, memberikan penghargaan untuk empat pebulutangkis cilik yang berprestasi dalam Piala Kapolda Jawa Timur di Surabaya, 29 Mei – 4 Juni 2023.
Empat atlet cilik itu dibina Perkumpulan Bulutangkis Jaya Raya Satria. Mereka adalah Narendra Sava Nugrahadi dan Kenzou Leonardo Wijaya yang menjadi juara tiga bersama kategori tunggal putra pradina, Metta Handayani Hartono yang menjadi juara tiga bersama kategori tunggal putra usia dini, dan Reza Ahmad Fajri Kurniawan yang menyabet juara tiga bersama kategori tunggal putra anak-anak.
Penghargaan diserahkan di lapangan bulutangkis Perkumpulan Bulutangkis DMG, Perumahan Gunung Batu, Jumat (9/6/2023) malam. Formatur PBSI Ervan Friambodo mengatakan, pihaknya senantiasa mengapresiasi semua capaian atlet bulutangkis. “Apresiasi itu akan berjenjang, sustainable, saat komunikasi positif antara klub dengan PBSI berjalan,” katanya.
Ervan berharap semua klub mau menginformasikan secara rutin kegiatan dan capaian kepada PBSI, “Ketika informasi awal bisa kami tindaklanjuti, baik dalam capaian prestasi atau tidak. Kalau ada prestasi, tentu ada reward. Kalau belum berprestasi, tentu ada diskusi,” katanya.
Semua informasi dari PB atau klub akan menjadi bahan berharga bagi PBSI Jember untuk membangun bank data sekaligus memetakan persoalan dan membangun program bersama. Ervan mengatakan, masih ada anggapan bahwa PBSI tidak peduli terhadap atlet. Namun di sisi lain, program penguatan yang dilakukan PBSI seringkali dianggap berkepentingan dengan atlet. “Itu kan bahasa yang kurang ideal. Tentunya pada kapasitas organisasi, yang menguatkan prestasi adalah PB (Perkumpulan Bulutangkis),” katanya.
Sementara itu, Sekretaris PB Jaya Raya Satria Bungkus Wagiyo mengatakan, prestasi yang diperoleh empat atlet cilik itu membanggakan. “Mudah-mudahan ke depan anak-anak kita di kelompok usia pradini, usia dini, dan anak-anak bisa mewakili Kabupaten Jember,” katanya.
Saat ini PB Jaya Raya Satria membina 35 orang pebulutangkis, termuda berusia lima tahun dan tertua berusia 14 tahun. “Kami menggali (bibit-bibit di Jember). Kami baru berdiri dua tahun, sehingga membina dari nol. Target kami adalah mengirimkan atlet ke pelatnas. Masih jauh, tapi harapan harus tinggi untuk memacu dan memotivasi anak-anak,” kata Bungkus. [wir]






