Malang (beritajatim.com) – Empat putra KH. Imam Makruf sudah berhaji. Terbaru adalah putra bungsu Kiai Imam Makruf, baru saja berangkat menuju Tanah Suci Mekkah, Jumat (9/6/2023).
Ahmad Hilimi Zainudin (19) namanya. Hilmi adalah putra bungsu Kiai Imam Makruf dan Hj.Nurul Aini yang tinggal di RT 6 RW 2 Dusun Sanggrahan, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang,
Menurut Kiai Imam Makruf, Hilmi putra bungsunya, tercatat sebagai jemaah haji termuda asal Kabupaten Malang.
“Memang keluarga kami keluarga banyak haji, kami juga berkecimpung di pengurus KBIH. Maka anak anak kami bantu bisa ke tanah Suci menjalankan rukun Islam kelima itu,” tegas Kiai Imam Ma’ruf yang juga Pengasuh Pondok Pesantren di Dusun Sanggrahan, Kepanjen.
Kiai Imam Ma’ruf menceritakan, jemaah haji termuda Ahmad Hilmi Zainuddin adalah satu dari empat bersaudara yang diberangkatkan haji tahun ini bersama kakaknya yang nomor tiga.
“Anak saya yang nomor satu dan dua telah berangkat haji di tahun 2013 daftar 2009 lalu,” tegasnya.
Menurut Kiai Imam Ma’ruf, sebenarnya Hilmi ditakdirkan berangkat tahun 2020 lalu, porsi haji miliknya sudah keluar, hanya saja kala itu usia Hilmi belum cukup umur, sehingga baru berangkat di tahun 2023 ini.
“Hilmi ini saya daftarkan haji di usia 7 tahun, saat itu belum ada batas usia pendaftaran haji,” tuturnya.
BACA JUGA:
Cuaca Panas di Madinah, 40 Jemaah Haji Blitar Batuk dan Flu
Kiai Imam Ma’ruf pun membagi tips agar umat Islam di Kabupaten Malang, bisa menunaikan ibadah haji. Agar seluruh anaknya berangkat haji, maka setiap memiliki sedikit rezeki, Kiai Imam Ma’ruf selalu disisihkan untuk membantu anak anaknya menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
“Ada dua pertimbangan yaitu fiqih dan syariat, anak anak saya beri uang untuk berhaji,” paparnya.
“Kepada anak anak saya, saya tidak meng-iqrodkan saya yang membayar tidak, tetapi saya sampaikan kepada anak anakku bahwa ini tak kasih biaya, silahkan berhaji dengan uangmu sendiri,” sambung Kiai Imam Ma’ruf.
Sehingga secara syariat, anak anaknya tidak lagi berkewajiban melakukan ibadah haji, karena uang itu sudah menjadi uang anaknya.
BACA JUGA:
Visa Tak Terbit, 1 Jemaah Calon Haji Sumenep Kuota Cadangan Batal Berangkat
Kiai Imam Ma’ruf menambahkan, saat ini untuk berhaji harus menunggu porsi, yang waktu tunggunya cukup lama. Sebab itu, dirinya mengajak kepada umat muslim, apabila ada rezeki yang lebih segera disisihkan perlahan untuk berhaji.
“Perlu mulai kecil anak didaftarkan haji, sebatas pemerintah membolehkan. Kalau daftar di usia belasan, bisa berangkat di usia 50an lebih. Maka pesan untuk rekan rekan muslim agar secepatnya membantu anak anak untuk berhaji,” imbuhnya.
“Saya kira dengan begitu anak itu nanti akan memperlakukan sama kepada anak anaknya juga,” pungkas Kiai Imam Ma’ruf. [yog/but]






