Ngawi (beritajatim.com) – Harga cabai segar di pasar tradisional Ngawi masih mahal. Kini harga per kilogramnya mencapai Rp50.000 per kilogram. Pedagang makanan di Ngawi pun menyiasatinya dengan mencampur cabai segar dan cabai kering untuk membuat sambal.
Salah satunya Muhammad Murdiono, pemilik warung bakso di Jalan Raya Ngawi-Solo masuk Desa Planglor Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi tepatnya kawasan Monumen Suryo. Selain mencampur sambal bakso pakai cabai segar dan kering, dirinya juga mengurangi ukuran bakso yang berbahan dasar daging ayam.
“Mau gak mau harga tetap mahal, namun kami tidak bisa menaikkan harga ya. Takut pelanggan tuh pergi. Ya akhirnya kami siasati dengan mengurangi ukuran bakso dan mencampur cabai segar dan cabai kering,” kata Murdiono, Kamis (8/6/2023).
Murdiono membutuhkan 2 kilogram cabai segar dan 1 kilogram cabai kering. Kedua cabai tersebut masing-masing direbus kemudian ditambah sedikit bumbu dan kemudian dihaluskan. Murdiono mengatakan harga cabai kering cukup terjangkau karena sekitar Rp70.000 per kilogram dan dapatnya lebih banyak ketimbang cabai segar.
Pun, meski dia mencampur cabai kering dan segar untuk sambal, rasanya tidak berkurang. Justru sambal.main pedas dan membuat pelanggan semakin gemar. “Tetap pedas meski dicampur cabai kering tidak mengurangi nikmatnya sambalnya. Ya kalau sekarang memang cabai mahal ya,” kata Adelinda, pelanggan warung bakso milik Murdiono.
Namun, mayoritas pedagang makanan masih mengharap agar harga cabai dan daging ayam bisa kembali normal. Lantaran, kedua bahan pokok tersebut merupakan bahan baku untuk dagangan mereka. [fiq/kun]
BACA JUGA:






