Surabaya (beritajatim.com) – Sembilan siswa SMAN 1 Tanggul Jember meraih penghargaan Special Award dalam ajang 9th St Mark’s International Online Painting Competition yang digelar di Janakpuri, New Delhi, India.
Kompetisi lukis level internasional ini diikuti oleh lebih dari 700 peserta dari 14 negara. Kesembilan siswa tersebut berasal dari kategori Senior. Mereka berhasil mendominasi dengan karya seni lukis bertema “Heal The World”.
Mereka adalah Maulana Muzaki Ahmad, Nur Afrita Sekar, Choirunnisa Salsabila, Shoya Salsabila, Dewi Wijayanti, Aditya Putra, Shelomita Dewi, Nurul Intan, dan Abdillah Ramadhani.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengapresiasi pencapaian ini dan menekankan pentingnya pengembangan potensi seni lukis di sekolah. “Prestasi ini menunjukkan potensi besar siswa dalam bidang seni, yang selama ini lebih sering muncul di bidang akademik dan olahraga,” ujar Aries, Selasa (7/1/2025).
Ia juga mendorong siswa untuk terus mengasah keterampilan seni mereka dan tidak cepat puas. “Selamat untuk anak-anakku, terus berprestasi terus kembangkan potensi di bidang lukis,” pesannya.
Aries juga memuji peran SMAN 1 Tanggul dalam memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi bakat seni mereka. Ia berharap siswa dapat terus mengembangkan potensi mereka dalam seni lukis, yang tidak hanya menyampaikan pesan estetika, tetapi juga pesan sosial dan harapan.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tanggul Jember, Marta Mila Sughesti menyampaikan bahwa sembilan siswa tersebut berhasil lolos dari 30 karya terbaik yang dikirimkan.
Menurutnya, tema yang diangkat oleh siswa mencerminkan pesan perdamaian untuk negara-negara yang sedang berkonflik, salah satunya adalah karya Shoya Salsabila yang mengangkat tema perdamaian untuk Palestina.
“Salah satu karya terbaik milik Soya, karena dia sangat detail sekali dalam pelukisan suasananya. ditambah penggunaan warnanya juga banyak komposisi warna bagus,” ungkapnya.
Marta juga menambahkan bahwa persiapan lomba dilakukan selama sebulan, dengan pendampingan intensif dari guru seni. “Hampir setiap harinya beberapa siswa bertanya terkait tema, konsep lukisan dan penggunaan warna yang harus dipakai sampai selesainya hasil karya siswa,” sebut Marta.
Marta pun berharap, prestasi ini dapat memotivasi siswa SMAN 1 Tanggul untuk lebih berkompetisi dan meningkatkan kualitas seni di sekolah mereka. [ipl/kun]






