Sumenep (beritajatim.com) – Polres Sumenep menjaring 9.007 pelanggar lalu lintas di wilayah setempat selama 14 hari pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025. Dari ribuan pelanggar tersebut, 8.216 diantaranya diganjar dengan teguran, dan 791 lainnya ditilang manual.
“Ini menunjukkan dominasi pendekatan persuasif melalui teguran dibandingkan penindakan tilang, sebagai bagian dari strategi humanis namun tetap tegas dalam menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda, Selasa (29/07/2025).
Dalam Operasi Patuh Semeru 2025 yang digelar mulai 14 – 27 Juli 2025 ini, tercatat adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dirilis Satlantas Polres Sumenep, kejadian kecelakaan turun 72%, dari 18 kasus pada 2024 menjadi hanya 5 kasus di tahun 2025. Bahkan, tidak ada korban meninggal dunia dalam seluruh peristiwa kecelakaan tersebut.
Sementara korban luka ringan juga menurun tajam dari 30 menjadi hanya 6 orang, atau turun 80%. Nilai kerugian materiil juga berkurang sebesar 77%, dari Rp 35 juta lebih menjadi sekitar Rp 8 juta.
Dalam upaya preventif, Polres Sumenep telah melakukan 148 kali kegiatan penyuluhan tatap muka dengan komunitas pengguna jalan dan pelaku usaha transportasi. Selain itu, penyampaian edukasi melalui media sosial mengalami lonjakan tajam 93%, menjadi 1.987 kali publikasi.
“Selama operasi, jumlah pelanggaran oleh pengendara di bawah umur menurun 96%. Ini menunjukkan adanya dampak dari edukasi dan patroli yang berkelanjutan,” ujar Kapolres.
Indikator keberhasilan lainnya terlihat dari total penurunan pelanggaran oleh sepeda motor sebesar 36%, dan tidak ditemukan pelanggaran serius seperti pengendara mabuk atau melebihi batas kecepatan.
“Penurunan angka kecelakaan dan pelanggaran ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan Operasi Patuh Semeru, tetapi juga merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara jajaran kepolisian, masyarakat, dan media dalam membangun budaya tertib berlalu lintas,” tandas Rivanda.
Dengan pendekatan yang lebih persuasif, Polres Sumenep juga memperkuat kegiatan preventif seperti patroli dan penjagaan. Meski jumlah patroli turun, efektivitasnya meningkat, ditandai dengan situasi lalu lintas yang relatif aman dan terkendali selama masa operasi. (tem/ian)






