Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melantik 16 dokter baru pada periode Mei 2026. Lulusan angkatan ke-15 ini mendobrak stereotip profesi medis di tengah masyarakat.
Selama ini profesi dokter kerap diidentikkan dengan istilah keturunan berdarah biru. Stigma tersebut muncul karena banyak dokter baru lahir dari keluarga yang juga berlatar belakang medis.
“Lulusan FK Unusa ini 84 persen dari keluarga non-dokter. Ini menunjukkan siapapun bisa asal memiliki kemampuan akademik yang cukup, cita-cita, dan passion,” kata Dekan FK Unusa, Prof Budi Santoso, Kamis (21/5/2026).
Pelantikan kali ini menambah panjang daftar tenaga kesehatan yang dicetak oleh Unusa. Sejak berdiri pada tahun 2014, mereka telah menelurkan total 277 dokter yang siap mengabdi di berbagai daerah.
Sebenarnya ada 17 mahasiswa yang berhasil lulus pada periode ini. Namun, satu orang terpaksa absen dari prosesi pelantikan karena sedang menunaikan ibadah haji.
Sebelum mengucapkan sumpah, para calon dokter wajib mengikuti pembekalan intensif. Materi etika dan keprofesian diberikan untuk menjaga muruah sejawat medis saat berhadapan langsung dengan pasien.
“Kita masih dengar ada dokter saling bertengkar. Sumpah dokter itu menempatkan teman sejawat sebagai saudara kandung, nah kesejawatan ini yang harus ditegakkan,” ujar Budi.
Selain etika, aturan program internsip juga menjadi perhatian FK Unusa. Peringatan ini merespons rentetan kabar duka yang menimpa sejumlah tenaga medis muda di lapangan beberapa waktu terakhir.
“Ada berita kematian empat orang di bulan Maret dan April. Saya sampaikan kepada adik-adik untuk melaksanakan internsip sesuai buku pedoman, perhatikan waktu jaga dan istirahat,” tandasnya. [ipl/ted]






