Bondowoso, (beritajatim.com) – Sebanyak 83 tower Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen, Kabupaten Bondowoso dibangun membentang sejauh 28 kilometer.
Puluhan tower itu dibangun dari pembangkit di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso sampai ke Gardu Induk yang berada di Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi.
PLTP Ijen adalah proyek strategis nasional yang digarap oleh PT Medco Cahaya Geothermal (MCG). Rencananya, pembangkit listrik ramah lingkungan ini untuk memasok listrik se Jawa dan Bali.
Head of Geothermal pada PT MCG, Aditya Negara menyebut, 83 tower itu terbagi di dalam 2 wilayah yakni 60 unit berada di Banyuwangi dan 23 unit berada di Bondowoso.
“Sebanyak 37 berdiri di lahan pribadi dan sisanya (46 unit) berdiri di kawasan hutan,” ungkap Aditya kepada BeritaJatim.com, Minggu (11/8/2024).
Dari 83 unit itu, sebanyak 78 unit tower sudah berhasil dibangun. Saat ini, sudah mulai penarikan kabel untuk transmisi listrik.
“Dari fase desain kita sudah sesuaikan dengan standar PLN. Dan sebagian besar kompensasinya (untuk tower di lahan pribadi) sudah hampir rampung seluruhnya,” ulasnya.
Untuk lahan pribadi yang mendapatkan kompensasi berada di radius 10 meter horizontal dari as tower.
“Tinggi tower antara 34-46 meter. Transmisi 150 KV terbentang dari pembangkit menuju gardu induk di Banyuwangi,” kata dia.
Senior Manager Eksternal Relations PT MCG, Ibnu Nurzaman menambahkan, pada tahap satu, PLTP Ijen akan mengalirkan daya listrik sebesar 34 Mega Watt dan akan meningkatkan kehandalan pasokan listrik di wilayah Jawa dan Bali.
“PLTP Ijen akan menjadi proyek PLTP pertama di Jawa Timur yang diharapkan dapat menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia khususnya masyarakat Jawa Timur,” harapnya. [awi/aje]






