Malang (beritajatim.com) – Di era digital ini, akses internet menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat. Namun, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih terdapat 80 desa yang terpencil dan belum terjangkau jaringan internet.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang, Ricky Meinardhy, mengatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kontur wilayah yang berbukit dan berlembah.
“Sebelumnya ada 100 desa yang blank spot, sekarang mungkin sekitar 80 desa. Mayoritas di Malang Selatan karena konturnya pegunungan, bukit, lembah, dan pantai,” kata Ricky.
Kondisi ini tentu menghambat berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Untuk mengatasinya, Diskominfo Kabupaten Malang telah mengajukan pendirian 20 titik BTS (base transceiver station) ke Kementerian Kominfo.
“BTS ini akan ditempatkan di titik-titik strategis di Malang Selatan dan Poncokusumo. Kami berharap di tahun 2024, BTS ini sudah bisa terpasang dan membantu mengatasi blank spot di wilayah tersebut,” ujar Ricky.
Selain itu, Diskominfo juga bekerja sama dengan provider telekomunikasi untuk menyediakan jaringan internet di desa-desa terpencil.
“Kami tawarkan ke provider agar mereka membangun jaringan di desa-desa yang masih blank spot. Ini menjadi tantangan karena provider akan menghitung seberapa banyak pengguna di sana,” jelas Ricky.
Diharapkan dengan berbagai upaya ini, seluruh desa di Kabupaten Malang dapat segera terkoneksi dengan internet dan merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. [yog/beq]






