Bogor (beritajatim.com) – PDIP mengumpulkan 80 calon kepala daerah (cakada) mulai dari gubernur, bupati, dan wali kota untuk mengikuti Pelatihan Nasional Tim Pemenangan Pilkada 2024. Pelatihan gelombang ketiga ini dilaksanakan di Hotel Seruni, Cisarua, Kabupaten Bogor.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Wasekjen PDI Perjuangan Adian Napitupulu menjadi tokoh yang akan menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
“Hari ini yang datang sekitar 80-an cakada gubernur, bupati, maupun wali kota. Total dari semua gelombang pertama sampai gelombang ketiga ini sudah 200 kabupaten atau kota dan provinsi,” ujar Adian, Selasa (23/7/2024).
Adian membeberkan PDI Perjuangan ingin memenangkan pilkada 2024 di banyak provinsi sehingga parpol berlambang Banteng moncong putih melaksanakan Pelatihan Nasional Tim Pemenangan 2024.
“Kami mau menenangkan Pilkada sebanyak-banyaknya. Kenapa? Karena menurut kami mencari pemimpin yang baik itu penting bagi rakyat, mencari pemimpin yang baik itu penting bagi generasi yang akan datang, penting bagi pengelolaan anggaran dan sebagainya. Kira-kira seperti itu,” katanya.
Adian menegaskan, PDI Perjuangan ingin memenangkan pilkada 2024 di banyak provinsi sehingga parpol berlambang Banteng moncong putih melaksanakan Pelatihan Nasional Tim Pemenangan 2024.
“Kami mau menenangkan Pilkada sebanyak-banyaknya. Kenapa? Karena menurut kami mencari pemimpin yang baik itu penting bagi rakyat, mencari pemimpin yang baik itu penting bagi generasi yang akan datang, penting bagi pengelolaan anggaran dan sebagainya. Kira-kira seperti itu,” katanya.
Dia menambahkan, pihaknya menargetkan pelatihan nasional akan dilanjutkan sampai melibatkan 545 calon kepala daerah dan selesai pertengahan Agustus 2024.
“Kami akan menyelesaikan semuanya sampai 545, mungkin masih ada dua atau tiga gelombang lagi, target kami pertengahan Agustus maksimal sudah pelatihan gelombang pertama sampai terakhir sudah selesai,” kata dia.
Adian menjelaskan, calon kepala daerah dari PDI Perjuangan yang ikut pelatihan berasal dari berbagai elemen mulai dari akademisi, petani, dan eks kepala desa.
“Ini membuktikan bahwa di PDI Perjuangan semua boleh bermimpi menjadi apa saja, semua boleh bekerja untuk mendapat yang lebih baik di masa depan, kira-kira seperti itu,” ujarnya. [hen/but]






