Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 8.348 orang warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendaftarkan diri menjadi anggota Sahabat Tagana (Taruna Siaga Bencana). Mereka dibekali pelatihan di Secaba Rindam V Brawijaya oleh Tagana Jember.
“Mereka diharapkan dapat mendukung dan membantu pelaksanaan tugas Taruna Siaga Bencana dalam membantu penanggulangan bencana di wilayah, khususnya dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana, yang merupakan tugas utama Tagana dan Dinas Sosial Jember,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman, ditulis Selasa (21/11/2023).
Tagana memiliki sejumlah tugas untuk membantu pemerintah untuk menanggulangi bencana, baik saat prabencana, tanggap darurat, maupun pascabencana. Selain itu Tagana juga bertugas menangani permasalahan sosial lainnya.
“Antara lain dalam bentuk kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, dan deteksi dini kemungkinan terjadinya bencana,” kata Helmi.
Pembentukan Sahabat Tahana ini dilatarbelakangi luasnya wilayah Kabupaten Jember yang meliputi 31 kecamatan dan 248 desa dan kelutrahan, dengan jumlah penduduk hampir tiga juta jiwa. “Dalam upaya antisipasi kejadian bencana alam maupun sosial, dibutuhkan relawan minimal satu orang dalam setiap lingkup rukun tetangga,” kata Helmi.
Para relawan ini diharapkan dapat mengakses segera korban bencana dan melaporkan kondisinya untuk membantu penanganan oleh Tagana. Sahabat Tagana sudah diperkenalkan pada sistem tanggap koordinasi dan pelaporan bencana, pendataan korban bencana dan warga rentan lainnya, dan pembekalan lainnya oleh Tagana.
Sahabat Tagana memiliki kualifikasi yang beragam. Sebanyak 2.920 orang memiliki keahlian memasak dalam skala besar, 778 orang bisa mengoperasikan mobil dan memiliki SIM A, 66 orang bisa mengoperasikan mobil 4×4 dan memiliki SIM A, 61 orang bisa mengoperasikan truk dan memiliki SIM B, 449 orang menguasai teknik instalasi kelistrikan.
Sebanyak 190 orang memiliki keahlian las listrik karbit, 275 orang bisa mengoperasikan mesin potong kayu, 2.661 orang tukang bangunan, 65 orang bisa mengoperasikan perahu motor, 74 orang memiliki dasar ilmu kesehatan dan gizi, 352 orang memiliki kemampuan ilmu komputer. [wir]






