Lamongan (beritajatim.com) – Sebanyak 750 pengurus Pramuka di Kabupaten Lamongan mengikuti kegiatan Pelor Scout’s Camp 2023 (Pelantikan dan Orientasi Pengurus Kwartir Ranting se-Kabupaten Lamongan).
Menurut Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) Gerakan Pramuka Lamongan Moh. Nalikan, acara yang dikemas dalam kegiatan perkemahan ini digelar di Taman Wisata dan Bumi Perkemahan Moronyamplung, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan.
“Kegiatan ini bertajuk ‘Pramuka Bergerak Bersama Mewujudkan Kejayaan Lamongan’, yang dilaksanakan selama 2 hari, pada tanggal 7 hingga 8 Juli 2023. Diikuti oleh Pengurus Kwartir Ranting se-Kabupaten Lamongan,” ujar Nalikan, Sabtu (8/7/2023).
Dalam kesempatan sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berharap, kegiatan ini mampu mendorong para pengurus untuk terus berbakti dan mengabdikan diri pada kepentingan masa depan generasi muda, generasi emas Indonesia yang akan datang.
Bupati Yuhronur selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Lamongan juga mengungkapkan, Gerakan Pramuka adalah gerakan yang sangat penting bagi perkembangan generasi muda ke depan.
BACA JUGA: Pagar Nusa Blitar Setuju Pembongkaran Tugu Silat, Asal…
Pasalnya, sambung Yuhronur, saat ini dunia sedang mengalami perubahan yang biasa disebut dengan Great Disruption, yang bisa mengakibatkan terjadinya fenomena besar dan perlu untuk menjadi perhatian bersama.
“Dunia akan didominasi oleh kaum millenial yang semuanya digerakkan oleh teknologi informasi. Fenomena selanjutnya adalah melunturnya nilai-nilai religiusitas sehingga ditemui fenomena-fenomena sosial yang menyimpang,” ungkap Yuhronur.
“Untuk mengantisipasi lunturnya nilai religiusitas dan spiritual generasi muda, maka Gerakan Pramuka menjadi lembaga yang sangat penting untuk memberikan pondasi, nilai-nilai religiusitas, mengajarkan gerakan moral, memberikan arahan dan bimbingan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Yuhronur juga mengajak kepada para pengurus Pramuka se-Lamongan tersebut agar terus memotivasi serta menularkan nilai-nilai kepramukaan kepada seluruh masyarakat.
“Kita selaku Pramuka harus bisa memberikan keteladanan, sehingga anak-anak kita mempunyai pedoman dan arah untuk masa depannya, terlebih pada tahun 2045 kita akan menghadirkan generasi emas,” tutur Yuhronur.
“Untuk itu, mari kita menjadikan momentum ini untuk lebih mendorong, memberikan motivasi dan semangat serta terus mensosialisasikan, menularkan nilai-nilai kepramukaan nilai-nilai Dasa Dharma kepada seluruh masyarakat di Lamongan ini,” pungkasnya. [riq/nap]






