Lamongan (beritajatim.com) – Laga duel antara Persela Lamongan versus Madura United yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (16/10/2021) sore tadi, berakhir dengan skor imbang 2-2.
Diketahui, gol pertama Laskar Joko Tingkir ini dicetak oleh Ahmad Birrul Walidain pada menit ke-7, pemilik nomor punggung 14 itu mempersembahkan gol miliknya untuk menghormati mendiang Choirul Huda, yang meninggal dunia pada 15 Oktober 2017 silam.
Sedangan untuk gol yang kedua Persela datang dari pemain barunya yang berdarah Afghanistan, Jabar Sharza pada menit ke-55. Persela sebenarnya memiliki peluang untuk menambah pundi golnya pada menit ke-58. Sayang, Ivan Carlos selaku eksekutor penalti gagal menjalankan tugas.
Persela mengalami kesialan karena harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-85 lantaran Akbar Hermawan diganjar kartu kuning keduanya dan mendapatkan kartu merah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persela”]
Sementara itu, masing-masing gol Madura United berhasil dicetak oleh Alvin Tuasalamony melalui sundulannya yang tak mampu dihalau kiper Persela pada menit ke-51, serta gol dari Hugo Gomes Dos Santos Silva melalui tendangan bebasnya dari luar kotak penalti pada menit ke-86.
Selanjutnya, hingga peluit panjang wasit dibunyikan, tidak ada gol tambahan lagi dalam laga derby Jatim ini. Persela harus rela berbagi angka dengan Madura United 2-2.
Hasil imbang ini membuat Laskar Sape Kerrab sukses menjaga rekor tak terkalahkan melawan Persela Lamongan sejak 2017, kini Madura United menempati peringkat ke-9 klasemen Liga 1 dengan koleksi delapan poin dari tujuh pertandingan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”madura-united”]
Di sisi lain, Persela Lamongan tertahan di urutan ke-13 klasemen sementara Liga 1, tertingggal satu angka dari Madura United, dengan perolehan 7 poin dari 7 laga yang dijalaninya.
Dalam kesempatan konferensi pers usai pertandingan, Pelatih Iwan Setiwan mengatakan, meski Persela hanya mampu bermain imbang melawan Madura United, namun pihaknya merasa bersyukur atas hasil yang didapat.
“Kita harus mensyukuri apapun hasil yang kita dapat, walaupun ada evaluasi dari kita, di mana mestinya kita bisa memenangkan pertandingan, kita punya satu penalti yang gagal, terus beberapa peluang, ditambah satu gol balasan dari Madura United di mana itu terjadi flek, jadi secara umum, intinya kita syukuri,” kata Iwan..
Mengenai gagalnya eksekusi penalti Persela yang diambil oleh Ivan Carlos, lanjut Iwan, hal tersebut bukan merupakan murni kesalahan dari Ivan, karena menurutnya, Ivan Carlos adalah pemain eksekutor terbaik di Persela dalam urusan penalti.
“Saya kira gagalnya penalti dari Ivan Carlos ini bukan maunya dari Ivan, karena selama ini di tim kita dia yang terbaik untuk penalti. Kalau ditanya kecewa atau tidak, yang jelas kita patut syukuri apapun hasilnya, jangan larut dalam kekecewaan dan akan kita evaluasi agar ke depan bisa lebih baik,” terangnya.[riq/kun]






