Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak 70 bakal calon legislatif (Bacaleg) dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Jombang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. Dari jumlah tersebut akan dikerucutkan menjadi 50 bacaleg.
Nah, merekalah yang akan didaftarkan oleh PKB Jombang ke KPU dalam rangka Pemilu 2024. UJi kelayakan tersebut dilaksanakan di Graha Gus Dur atau Kantor PKB Jombang, Jl Laksda Adi Sucipto, Rabu (22/2/2023).
Ketua DPC PKB Jombang Hadi Atmaji menjelaskan, bacaleg yang mendaftar adalah lintas generasi. Mulai dari generasi milenial, tokoh masyarakat, hingga polikus senior “Ada sekitar 70 bacaleg yang ikut uji kelayakan. Akan kami seleksi menjadi 50 bacaleg,” ungkap Hadi Atmaji.
BACA JUGA:
Hadapi Pemilu 2024, Gerindra Jombang dan PKB Siap Jemput Kesuksesan Bersama
Hadi mengatakan, pada Pemilu 2024 PKB Jombang juga memberikan ruang kepada generasi muda untuk maju menjadi anggota dewan. Menurutnya, generasi muda sebagai penentu arah gerak bangsa. Sehingga layak diberikan kesempatan untuk menyalurkan ide dan gagasannya.
Hadi juga optimistis, PKB Jombang menjadi partai pemenang dalam kontestasi pemilu 2024 di kota santri. Hal tersebut seperti pada pemilu sebelumnya. Pada pemilu 2019, PKB Jombang menjadi pemenang dengan raihan 10 kursi.
“Kami yakin bahwa jumlah kursi dewan yang didapatkan PKB pada pemilu 2024 akan bertambah. Dari awalnya 10 kursi, pada Pemilu 2024 akan bertambah menjadi 15 kursi. Itu terget kami. Target itu realistis karena kami sudah pernah mencapai itu,” jelasnya.
BACA JUGA:
PKB Jombang: Hubungan dengan NU Masih Harmonis
Sekretaris PKB Jombang Anas Burhani menambahkan, uji kepatutan dan kelayakan tersebut melibatkan unsur akademisi dan sejumlah kiai dari pesantren. Para bacaleg diinterview berbagai materi. Semisal soal aswaja (ahli sunah wal jamaah) .
“Termasuk juga materi tentang sejarah PKB. Motodenya interview. Dalam uji kelayakan bacaleg ini kami melibatkan unsur akademi dan pesantren,” ujar Alumnus UINSA (Universitas Islam Sunan Ampel) Surabaya ini. [suf/ted]






