Kediri (beritajatim.com) – Sejumlah sumur warga Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri tercemar oleh bahan bakar minyak (BBM) yang diduga dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat.
Sedikitnya ada tujuh sumur warga yang diduga terdampak pencemaran BBM ini. Mereka tinggal di Lingkungan Kresek RT 05 RW 02 Kelurahan Tempurejo, Kota Kediri.
Untuk menindaklanjuti dugaan pencemaran air sumur dari kebocoran tangki BBM milik SPBU, hari ini Pemkot Kediri melakukan pengambilan sampel air sumur milik tujuh sumur warga setempat.
Ketujuh sumur yang mengalami dugaan pencemaran BBM ini antara lain milik Sulastri, Rio, Sugiono, Semi, Karmani, Agus dan Santoso.
“Sumur yang diduga terdampak alias tercemar dari SPBU Tempurejo dilakukan pengambilan sampel dan akan dilakukan tes laboratorium,” kata Kapolsek Pesantren Kompol Sugianto, S.Sos.
Tidak hanya tujuh sumur warga terdampak, pengambilan sampel air juga dilakukan terhadap dua sumur warga lain yang tidak terdampak pencemaran BBM. Yaitu milik Sumiati dan Sri Rahayu.
Baca Juga : Jaranan di Kediri Ricuh :Warga Colek Bupati dan Minta Diusut
Tim gabungan dari Pemkot Kediri yang terlibat dalam pengambilan sampel air sumur warga ini masing-masing, Dinas Kesehatan, DLHKP, Puskesmas Ngletih, Ecoton, Kelurahan Tempurejo, Tiga Pilar Keamanan dan Ketua RW serta Ketua RT setempat.
“Selama kegiatan pengambilan sempel air sumur warga yang diduga terdampak berjalan dengan aman, tertib dan terkendali,” tutup Kapolsek. [nm/ted]






