Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 7 ribu pelari meramaikan even lari MS Glow for Men Malang Half Marathon 2026 pada Minggu, (26/4/2026). Kehadiran ribuan pelari membuat suasana jalanan di Kota Malang lebih semarak dari hari biasanya.
Apalagi, para peserta berasal dari berbagai daerah yang mengikuti kategori pelari 21K dimulai pada pukul 04.45 WIB. Kategori 10K flag off pada pukul 05.20 WIB, dan kategori 5K pada 05.35 WIB. Start dilakukan di kawasan Balai Kota Malang sedangkan finish di Stadion Gajayana, Kota Malang.
Untuk Cut Off Time (COT), kategori 5K pada pukul 06.35, kategori 10K pada 07.20, dan kategori 21K atau Half Marathon pada 08.15. Even lari ini begitu meriah karena diakhir dihibur oleh Happy Asmara dan Gilga Sahid.
“Ada multiplier effect yang dirasakan oleh masyarakat Kota Malang dan kami sudah beberapa kali ada event terkait dengan lari. Saya berterima kasih kepada mas Gilang (Widya Pramana) yang sudah memberikan kepercayaan kepada Kota Malang. Ini sangat luar biasa,” kata Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.
Sementara founder MS Glow For Men Gilang Widya Pramana memperkirakan ada perputaran ekonomi mencapai Rp20 miliar dari even lari yang dia gelar. Sebab, para peserta dari luar daerah banyak yang sudah booking hotel, belanja UMKM serta berlibur ke destinasi wisata sebelum even maupun setelahnya.
“Satu runner (pelari) biasanya membawa keluarga jadi dampaknya luas dan perkiraan dampak dari perputaran ekonomi di atas Rp20 miliar. Saya besar di Malang ngapain saya membuat event di kota lain. Saya buat di Malang tetapi dengan unique selling point berbeda dan berstandar internasional,” kata Gilang.
Even ini dia dedikasikan pada Kota Malang yang telah membesarkan namanya. Gilang berencana menjadikan Kota Malang sebagai salah satu destinasi even lari di Indonesia. Dia berharap peserta even akan semakin meningkat dengan kehadiran pelari internasional.
“Saya tahun depan akan ada pelari asing dan levelnya ditingkatkan. Tahun ini 7 ribu peserta dan insya Allah tahun depan paling tidak 12 sampai 14 ribu pelari. Insha Allah bukan hanya tahun kedua tapi tahun ketiga, keempat, dan seterusnya. Kami buat skalanya nasional dengan menggandeng kementerian. Sehingga Malang akan menjadi jujukan bagi runner,” ujar Gilang. (luc/aje)






