Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 7 program studi (prodi) di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi menyandang peringkat akreditasi unggul.
Sebelumnya, 3 prodi yakni S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Gizi, dan S1 Pendidikan Guru SD, lebih dulu memperoleh akreditasi unggul. Kemudian 4 lainnya, yakni Prodi D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, S1 Keperawatan, dan Profesi Ners menyusul peringkat unggul.
Sementara 4 prodi lain, yakni S2 Keperawatan, D4 K3, S1 Pendidikan Dokter, dan Profesi Dokter memperoleh predikat baik sekali. Satu prodi lainnya yakni Prodi S1 Pendidikan Guru PAUD juga memperoleh predikat baik sekali.
Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie mengatakan bahwa surat pengajuan penyetaraan peringkat akreditasi yang telah diajukan ke LAM-PTKes memperoleh persetujuan. Sebab batas berlakunya akreditasi yang diperoleh hingga tahun 2025, sehingga pihaknya harus menunggu lama untuk memperoleh unggul.
“Pada tahun 2023 ini kami mau mencoba mengajukan akreditasi institusi. Atas pertimbangan itu pula kami mengajukan beberapa prodi kesehatan untuk penyetaraan, agar syarat minimal 50 persen lebih prodi akreditasi unggul untuk pengajuan akreditasi institusi bisa kami lakukan. Ini karena kami berharap akreditasi institusi kami juga menjadi unggul pada akhir tahun 2023 atau awal 2024,” katanya, Kamis (29/12/2022).
Prof Jazidie optimis jika sejumlah prodi yang kini masih menyandang akreditasi B akan berubah akreditasinya menjadi unggul. “Tahun 2023 yang segera kami masuki telah kami canangkan sebagai tahun persiapan untuk re-akreditasi dengan sembilan kriteria. Kami berharap semuanya berjalan baik dan memperoleh hasil maksimal, sehingga kami bisa segera mengajukan akreditasi institusi ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT),” jelasnya.
Sementara Direktur Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengawasan Internal (LPMPI) Unusa Wesiana Heris Santy SKep MKep mengatakan, lembaganya siap untuk melakukan pendampingan ke tiap prodi menjelang pengajuan dan penilaian re-akreditasi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unusa”]
“Tugas kami selain melakukan pengawasan internal adalah melakukan penjaminan mutu internal dan pendampingan apakah prodi telah siap untuk dire-akreditasi atau belum. Sejauh ini penilaian penjaminan mutu yang dilakukan sudah pula mengacu pada sembilan kriteria, sama persis seperti yang digunakan dalam penilaian re-akreditasi. Jadi kami bisa memperkirakan hasil re-akreditasi yang dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM),” jelasnya.
Melalui penilaian internal dan persiapan yang telah dilakukan, lanjut dia, tahun 2023 bisa diperkirakan ada lebih dari 50 persen prodi yang dimiliki Unusa akan berpredikat unggul. “Dan seperti yang menjadi program pimpinan, tahun ini pula Unusa akan mempersiapkan dan mengajukan proses akreditasi institusi ke BNSP,” tandasnya. [ipl/but]







