Surabaya (beritajatim.com) – Mendaki gunung bukan hanya soal pemandangan indah atau foto keren di puncak, tetapi juga tantangan fisik yang tidak bisa diremehkan.
Jalur terjal, cuaca yang berubah-ubah, hingga beban bawaan yang cukup berat menuntut tubuh untuk kuat dan tahan lama. Karena itu, persiapan fisik sangatlah penting.
Salah satu cara terbaik mempersiapkan diri adalah dengan rutin berolahraga. Dengan tubuh yang bugar, perjalanan akan lebih aman sekaligus menyenangkan. Berikut rekomendasi olahraga sebelum mendaki gunung yang bisa kamu coba!
1. Jogging atau Lari
Jogging sangat efektif untuk melatih stamina, paru-paru, dan jantung. Mendaki membutuhkan napas panjang dan tenaga ekstra, sehingga lari ringan 20–30 menit sebanyak tiga sampai empat kali seminggu bisa jadi latihan tepat. Jika sudah terbiasa, tingkatkan durasi atau coba lari menanjak untuk melatih otot kaki sekaligus pernapasan.
2. Bersepeda
Selain menyenangkan, bersepeda juga ampuh melatih kekuatan otot kaki dan daya tahan tubuh. Kayuhan sepeda membantu meningkatkan performa betis, paha, dan pinggul yang akan banyak digunakan saat mendaki. Cobalah jalur menanjak atau medan terjal agar tubuh lebih terbiasa menghadapi kondisi di gunung.
3. Squat dan Lunges
Kekuatan kaki menjadi faktor penting untuk mendaki. Squat dan lunges adalah latihan sederhana yang bisa dilakukan di rumah tanpa alat khusus. Gerakan ini memperkuat paha, betis, dan pinggul, sekaligus menjaga keseimbangan tubuh. Lakukan 3 set dengan masing-masing 10–15 repetisi setiap hari agar hasil lebih maksimal.
4. Push Up dan Plank
Mendaki gunung bukan hanya kerja kaki, tapi juga membutuhkan kekuatan lengan dan otot inti. Push up akan memperkuat tangan dan bahu, sehingga kamu lebih siap membawa carrier atau memegang tongkat trekking. Sementara plank sangat efektif melatih core, penting untuk keseimbangan tubuh di jalur terjal.
5. Yoga atau Stretching
Banyak pendaki pemula mengabaikan pentingnya kelenturan tubuh. Padahal, otot yang kaku cepat lelah dan rentan cedera. Yoga dan stretching membantu menjaga fleksibilitas sekaligus melatih pernapasan. Latihan ini juga cocok sebagai pemulihan setelah olahraga berat.
6. Hiking Ringan
Cara terbaik melatih tubuh untuk mendaki adalah dengan hiking singkat. Cobalah mendaki bukit atau jalur pendek sebagai simulasi. Selain melatih fisik, kegiatan ini juga mengenalkan diri pada ritme langkah, cara mengatur napas, hingga membiasakan diri membawa beban.
7. Latihan Interval (HIIT)
Jika waktu terbatas, latihan interval intensitas tinggi atau HIIT bisa jadi pilihan. Misalnya sprint 30 detik lalu jalan cepat 1 menit, diulang beberapa kali. Pola ini efektif meningkatkan daya tahan sekaligus membiasakan tubuh menghadapi kondisi naik-turun saat mendaki.
Naik gunung akan jauh lebih menyenangkan jika tubuh sudah siap menghadapi tantangannya. Dengan rutin melakukan olahraga seperti jogging, squat, hingga yoga, stamina dan kekuatan akan lebih terjaga.
Ingat, mendaki bukan hanya soal mencapai puncak, tapi juga bagaimana menikmati perjalanan dengan tubuh sehat dan bugar. Jadi, persiapkan dirimu sebaik mungkin, lalu nikmati setiap langkah menuju puncak impian! [ian]






