Surabaya (beritajatim.com) – Program joint degree Departemen Teknik Perkapalan ITS dan Mokpo National University Korea Selatan kembali melahirkan lulusan terbaiknya dalam upacara wisuda pada 24 Agustus 2023 lalu.
Hebatnya lagi, dari 34 wisudawan yang diluluskan tersebut, tujuh di antaranya sukses direkrut langsung oleh perusahaan terkemuka di industri galangan kapal Korea Selatan. Ini semakin memperkuat posisi ITS sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia.
Prestasi itu juga sebagai cerminan dari penghargaan unggulan Indikator Kinerja Utama (IKU) 1 PTN-BH pada Liga PTN-BH 2023, yang telah diraih ITS selama dua tahun berturut-turut.
Mereka yang meraih peluang emas di perusahaan galangan kapal tersebut adalah I Gede Andhira Swastika Adiyasa, Ahmad Dzaky Ash Shiddiq, Irfandy Yusuf Ahnafy, I Wayan Yosa Virgana Kusuma, dan Aulia Hamdan Fauzi yang diterima di Hyundai Samho Heavy Industries (HSHI) Co Ltd sebagai subcontract.
Sedangkan dua lainnya, yaitu Ardi Julian Wilarto dan Azilla Ardiningtyas akan meniti karir di Onnuri Ship Technology Co Ltd.
Andhira menyebut perekrutan 7 mahasiswa itu bermula saat magang semasa kuliah. Kegiatan berupa kerja lapangan ini melibatkan 5 perusahaan terkemuka seperti HSHI, Onnuri Ship Technology, Taejin Engineering, Daehan Shipbuilding, dan GOT.
“Melalui magang inilah, kinerja mahasiswa ITS dipantau oleh perusahaan yang akhirnya membuka peluang untuk memasuki perusahaan tersebut,” jelas Andhira, Rabu (30/8/2023).
Pemuda asal Lamongan itu menjelaskan, ada sejumlah seleksi sebagai rangkaian dari proses perekrutan pekerja oleh perusahaan shipbuilding tersebut. Di situ, terpilihlah 5 mahasiswa yang memperoleh tempat dalam tim desain administrasi untuk proyek Joint Development di HSHI.
Dengan tanda tangan kontrak kerja hingga tahun 2026, para mahasiswa ITS tersebut memberikan kontribusi secara langsung untuk mencapai kesuksesan proyek ini.
Namun transisi dari mahasiswa menjadi profesional tidaklah mudah. Para wisudawan harus melalui serangkaian penyesuaian, termasuk perubahan status visa dari mahasiswa menjadi pekerja.
Dikatakan I Wayan Yosa Virgana Kusuma, dibutuhkan waktu satu bulan untuk mengetahui apakah visa mereka disetujui atau tidak. “Sembari menunggu, kami juga menyiapkan hal lainnya,” jelasnya.
Tidak hanya kesempatan kerja, rekannya, yakni Mahardika Rizki Pynasti dan Faisa Felicia juga mendapatkan beasiswa untuk langsung melanjutkan pendidikannya ke program magister di MNU.
“Harapannya, semangat kolaborasi pendidikan lintas negara ini dapat terus diperkuat untuk mencetak lulusan-lulusan yang siap bersaing di dunia global yang semakin dinamis,” tutur Yosa.
Keberhasilan wisudawan tahun ini menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Selain bertambahnya jumlah lulusan dari tahun lalu yang hanya 24 orang, kualitas para wisudawan juga mengalami lonjakan positif ketimbang tahun sebelumnya. [ipl/kun]
BACA JUGA: ITS dan Pemkot Surabaya Bikin Pabrik Air Minum






