Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Magetan mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di lingkungan kantor pemerintah menyusul kasus pencurian tujuh unit laptop di kawasan Kantor Pemkab Magetan. Selain fokus pada proses pengusutan kasus, pemkab juga memastikan sebagian besar data penting yang sempat dikhawatirkan hilang telah berhasil ditemukan kembali.
Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan Welly Kristanto mengatakan saat ini sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) masih melakukan penelusuran terkait keberadaan data dan aset yang terdampak akibat peristiwa tersebut.
“Teman-teman yang dari bagian hukum dan bagian organisasi itu mencari yang data kemarin ada di mana,” kata Welly saat dimintai keterangan.
Terkait penggantian perangkat yang hilang, Welly menjelaskan pemerintah daerah akan menyesuaikannya dengan mekanisme penganggaran yang berlaku. Pengadaan laptop pengganti akan dipertimbangkan pada periode anggaran berikutnya sesuai kebutuhan masing-masing perangkat daerah.
“Untuk laptopnya ya otomatis nanti di periode penganggaran berikutnya nanti menyesuaikanlah. Dianggarkan kembali. Urusannya untuk diadakan lagi, kita menyesuaikan,” ujarnya.
Sementara itu, mengenai informasi adanya dua laptop yang disebut merupakan milik pribadi, Welly mengaku masih akan meminta penjelasan lebih lanjut terkait mekanisme penyelesaiannya.
“Kalau yang pribadi nanti saya tanya kepala bagiannya ya, gimana penyelesaiannya,” ungkapnya.
Di tengah kekhawatiran terkait potensi hilangnya data penting pemerintahan, Welly memastikan kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap pelayanan administrasi. Menurutnya, sebagian besar data berhasil dipulihkan karena tersimpan di perangkat lain maupun sistem cadangan yang dimiliki masing-masing unit kerja.
“Ah, kemarin sebagian besar sudah bisa dicari katanya. Kan ada di komputer yang lain. Bagian besar sudah ditemukan kembali,” jelas Welly.
Keberhasilan pemulihan data tersebut menjadi kabar penting bagi keberlangsungan layanan pemerintahan. Sebab, data digital yang tersimpan di perangkat kerja OPD umumnya berkaitan dengan administrasi, dokumen perencanaan, hingga pelayanan publik yang digunakan dalam aktivitas pemerintahan sehari-hari.
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Pemkab Magetan langsung melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan kantor. Welly mengaku telah berkomunikasi dengan bagian umum dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penataan ulang sejumlah aspek pengawasan.
“Untuk keamanan kemarin saya sudah komunikasi dengan Bagian Umum dan Satpol PP dan Damkar untuk diatur ulang. Diatur ulang terkait dengan satu sisi letak kamera,” katanya.
Evaluasi tidak hanya menyasar posisi kamera pengawas atau CCTV, tetapi juga fasilitas pendukung yang digunakan petugas keamanan saat melakukan pemantauan. Dari hasil evaluasi awal, posisi monitor CCTV dinilai kurang ideal sehingga berpotensi mengurangi efektivitas pengawasan.
“Kemudian yang kedua adalah monitor. Ternyata monitornya untuk lihat CCTV itu terlalu tinggi. Kemarin sudah disepakati untuk diturunkan. Sehingga yang jaga itu mengamati monitor itu tidak capek, kemudian termasuk yang letak posisi CCTV-nya,” tutur Welly.
Selain perbaikan sarana pengawasan, Pemkab Magetan juga menyoroti pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih ketat, terutama terkait pengelolaan akses dan pengamanan gedung.
“Nah, kemudian yang terpenting adalah SOP. Jadi SOP siapa yang tanggung jawab nutup, siapa yang tanggung jawab kunci, terus kemudian kunci itu kan diserahkan ke pos. Siapa yang nyerahkan dan sebagainya. Kemudian ketika tidak diserahkan seperti apa. Nah, itu nanti yang kemarin saya minta untuk diperbaiki saja,” tegasnya.
Menanggapi isu kekurangan personel Satpol PP yang sempat dikaitkan dengan kasus pencurian tersebut, Welly menilai jumlah petugas keamanan saat ini masih memadai. Menurutnya, efektivitas pengamanan lebih ditentukan oleh dukungan teknologi dan sistem pengawasan yang berjalan dengan baik.
“Enggak, saya pikir kalau CCTV-nya sudah lengkap kan personel, personel kan tinggal memantau saja,” katanya.
Pemkab Magetan kini menunggu perkembangan proses penyelidikan kasus pencurian tersebut sembari menuntaskan evaluasi internal. Perbaikan sistem pengawasan, penataan SOP, serta penguatan pemanfaatan CCTV diharapkan dapat meningkatkan keamanan aset daerah dan mencegah terulangnya kejadian serupa di lingkungan perkantoran pemerintah. [fiq/but]






