Surabaya (beritajatim.com) – Belakangan masyarakat ramai memperbincangkan perihal Pondok Pesantren yang terdapat di Indramayu, Jawa Barat, yakni Ponpes Al Zaytun.
Warganet pun menilai bahwa beberapa keyakinannya merupakan bentuk penyimpangan karena tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.
Adapun berikut ini 7 hal kontroversi yang dipraktikkan di Ponpes Al Zaytun, di antaranya;
1. Shaf Campur
Dalam agama Islam, shaf salat antara laki-laki dan wanita dibedakan. Di mana umumnya laki-laki berada di depan, sedangkan shaf perempuan di belakang atau di samping. Adapun hal tersebut biasanya diberi penyekat. Namun, berbeda dengan ajaran di Ponpes Al Zaitun ini. Menurut keyakinannya, perempuan dan laki-laki memiliki kedudukan yang sama hingga tak perlu dibedakan.
2. Adanya Jarak
Dalam ajaran Islam yang sesuai dengan Al Quran dan Hadist, salat yang benar ialah merapatkan barisan salat agar tidak ada bagian yang kosong ketika berjamaah. Namun, di Ponpes ini justru menerapkan hal sebaliknya. Para jemaah diharuskan untuk jaga jarak.
BACA JUGA: Muhadjir: Hak Pendidikan Santri Al-Zaytun Harus Dijamin
3. Melantunkan Havenu Shalom Alachem
Selain shaf salat yang menjadi kontroversi. Hal lain yang ramai dibahas ialah lantunan lagu Havenu Shalom Alachem. Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang, bahkan memimpin langsung para jemaahnya bernyanyi lagu tersebut. Di mana lagu ini merupakan salam khas agama Yahudi yang termasuk haram untuk dinyanyikan seorang muslim.
4. Terafiliasi NII
Ponpes Al Zaytun juga terafiliasi sebagai Negara Islam Indonesia (NII). Bahkan, pada tahun 2002 lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pernah menemukan ajaran sesat berkaitan dengan NII KW IX. Di mana hal tersebut merupakan gerakan pemberontakan bersenjata yang terpecah menjadi kelompok teroris.
5. Boleh Berzina
Hal yang paling menyimpang menurut warganet ialah adanya aturan diperbolehkannya berzina untuk santri yang memiliki banyak uang. Lantaran untuk dosa para pelaku zina tersebut bisa hilang dengan tebusan uang. Hal ini diungkapkan oleh Tokoh NII, Ken Setiawan.
6. Tertutup dan Miliki Militer Khusus
Hal lain yang menjadi kontroversi di Ponpes ini ialah aktivitasnya yang terbilang janggal. Termasuk dalam pola perekrutan, pungutan uang, hingga tidak adanya akses umum. Hal ini disampaikan dalam kajian MUI pada tahun 2020. Bahkan, para di ponpes ini juga ada kelompok militer yang dilengkapi dengan anjing jenis Herder dan German Shepherd.
7. Penyimpangan Tafsir Al Quran
Menurut LBM NU Jawa Barat, Ponpes Al Zaytun melakukan penyimpangan terhadap tafsir Al Quran. Hal ini bahkan tidak ada kesesuaian dengan ajaran Ahlusunah Wal Jamaah. (fyi/nap)






