Sampang (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang menyatakan, dari 180 desa di wilayahnya, sebanyak 63 Desa mengalami bencana kering kritis.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang Asroni mengatakan bahwa sebanyak 63 desa yang masuk kategori kering kritis itu tersebar di 10 kecamatan dari 14 Kecamatan se-Kabupaten Sampang. “Untuk 4 Kecamatan yang tidak masuk kekeringan yaitu Jrengik, Omben, Ketapang dan Camplong,” tegasnya, Sabtu (3/9/2022).
[berita-terkait number=”2″ tag=”kekeringan-sampang”]
Asroni menambahkan, data tersebut berdasarkan laporan dari masing-masing kecamatan dan pihaknya akan menindaklanjuti untuk melakukan pengecekan langsung ke bawah. “Pihak kecamatan dan OPD (organisasi perangkat daerah) secepatnya meninjau kembali fakta di bawah atau desa yang mengalami kering kritis,” tegasnya.
Sekadar diketahui, suatu wilayah masuk kategori kering kritis apabila jarak antara rumah dari sumber air lebih dari lima kilometer. [sar/suf]






