Sampang (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura, menyatakan bahwa tahun 2023, wilayah yang mengalami kering kritis di daerahnya mengalami penurunan.
Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD, H. Mohammad Imam menyampaikan bahwa tahun ini sebanyak 62 desa mengalami kekeringan, sementara pada tahun 2022 lalu ada 64 yang desa mengalami kekeringan.
“Ada penurunan dua desa yang tidak mengalami kering kritis,” terangnya, Selasa (20/6/2023).
Ia menjelaskan, dari 14 Kecamatan se Kabupaten Sampang yang tidak masuk pada kategori kekeringan, ada empat kecamatan. Meliputi Kecamatan Camplong, Omben, Jrengik dan Ketapang.
“Sementara sisanya yakni Kecamatan Sampang, Torjun, Pengarengan, Sreseh, Karang Penang, Sokobanah, Banyuates, Kedungdung, Robatal dan Tambelangan,” jelasnya.
Masih kata Imam, jumlah data desa yang sudah dilakukan rekap wilayah kekeringan, sudah dilakukan pengajuan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur. Tujuannya untuk menerima bantuan air besih ke wilayah terdampak bencana kekeringan tersebut.
BACA JUGA:
Kabar Duka, Jemaah Haji Asal Sampang Meninggal di Makkah
“Kami sudah mengajukan data desa kekeringan ke BPBD Provinsi Jatim untuk mendapatkan bantuan,” tandasnya.
Sekadar diketahui, bencana kering kritis adalah kategori kekeringan dengan pusat sumber air bersih berada lebih dari 3 kilometer dari permukiman penduduk. [sar/but]






