Surabaya (beritajatim.com) – Merasa sudah dekat dengan seseorang kadang membuat kita sering ceplas ceplos. Apalagi, jika lawan bicara adalah sahabat sendiri, atau keluarga sendiri. Namun ini juga harus diperhatikan karena ada beberapa pertanyaan bersifat personal dan lebih baik, tidak ditanyakan.
Misalnya saja pertanyaan-pertanyaan soal jodoh, tubuh yang terlihat makin gemuk, atau hal sensitif lain. Berikut ini beberapa pertanyaan yang sebaiknya Anda tidak tanyakan pada orang lain.
Kapan menikah?
Wajar sebenarnya jika Anda ingin mengetahui kabar baik dari sahabat Anda. Namun, harus dilihat situasi dan kondisi ketika Anda bertanya. Karena, selain terlihat kepo, Anda justru menambah tekanan yang tak penting pada sahabat.
Berat badan kamu berapa? Perasaan gendutan, ya?
Meski sejatinya yang kamu tanya adalah teman karib dan benar-benar dekat dan karib. Namun, tidak semua orang nyaman dengan pertanyaan ini. Jadi, harus dipikir kembali sebelum nanya bertanya tentang ini.
Gaji kamu sekarang berapa?
Gaji sebenarnya merupakan hal yang sangat personal. Slip gaji aja disegel dan hanya boleh dibuka oleh orang yang bersangkutan. Jadi, jika Anda penasaran soal ini, lebih baik disimpan sendiri pertanyaan itu karena tidak sebaiknya ditanyakan pada orang lain.
Kapan punya pacar?
Single atau tidaknya seseorang itu sejatinya keputusan pribadi tiap orang. Kita gak pernah tahu apa alasan orang yang memilih buat sendiri atau sebaliknya. Lagi pula, siapa tahu dia memang nyaman dengan status yang dijalani saat ini.
Kapan punya anak?
Pertanyaan ini begitu sensitif sebenarnya, sama seperti rejeki dan jodoh, anak itu anugerah dari Tuhan. Tidak ada yang tahu persoalan orang lain, bisa jadi mereka sedang berusaha untuk memperoleh keturunan dengan berbagai cara, namun masih belum saatnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”hubungan”]
Kok kamu jerawatan? atau Kulit kamu sekarang tambah hitam ya?
Pertanyaan yang mengarah pada body shaming. Sebab yang menerima pertanyaan pun pasti sedang berusaha untuk mengatasi masalah kulit mereka. Jangan sampai menyakiti orang tersebut dan membuat mereka minder dengan pertanyaan itu.
Mulutmu harimaumu, hati-hati menanyakan sesuatu pada orang lain karena bisa menyakiti hatinya atau membuat tersinggung. (dan/ian)






