Gresik (beritajatim.com) – Dunia pendidikan di Kabupaten Gresik kembali tercoreng. Enam pelajar SMA diamankan pihak kepolisian setelah terlibat dalam aksi tawuran antar kelompok di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Gresik. Dalam insiden ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, termasuk sebuah stik golf yang diduga akan digunakan sebagai senjata.
Keenam pelajar yang diamankan masing-masing berinisial: HF (17), warga Desa Sumurber, Kecamatan Panceng, SA (16), warga Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, MA (15), warga Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas, FIK (16), warga Desa Mojopurogede, Kecamatan Bungah, KA (16), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Manyar, MIF (16), warga Desa Pongangan, Kecamatan Manyar.
Kapolsek Kebomas, Kompol Gatot Setyo Budi, menjelaskan bahwa tawuran tersebut melibatkan dua kelompok remaja, yakni “Tongkrongan Orang Stres” (TOS) dari Putat Gresik dan kelompok “Petinar” dari Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas.
“Petugas yang sedang patroli menerima laporan masyarakat terkait adanya keributan. Saat mendatangi lokasi, benar ditemukan dua kelompok remaja yang sedang terlibat tawuran. Kami segera mengamankan enam pelajar yang berada di lokasi,” ujar Kompol Gatot, Selasa (13/5/2025).
Dari penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain tiga unit sepeda motor, tiga unit ponsel, dan satu stik golf.
“Semua pelaku dan barang bukti kami bawa ke Polsek Kebomas untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Orang tua para pelaku telah kami panggil, dan para pelajar juga diminta menandatangani surat pernyataan serta wajib lapor,” imbuhnya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada orang tua dan pihak sekolah untuk lebih intens mengawasi aktivitas remaja agar kejadian serupa tidak terulang. [dny/but]






