Surabaya (beritajatim.com) – Semenjak kematian Ratu Elizabeth II, banyak implikasi peralihan tahta ke Pangeran Charles III. Tentu saja hal tersebut bukan perkara yang mudah dan murah. Terlebih butuh proses yang cenderung memakan waktu cukup lama.
Adapun enam hal yang berubah ketika Pangeran Charles menjadi raja, di antaranya;
Inisial logo
Pada masa Ratu Elizabeth II inisial logo bertuliskan EIIR, yang berarti Elizabeth II Regina. Regina sendiri bermakna ratu dalam bahasa latin. Setelah peralihan tahta, inisial logo tersebut diganti menjadi CIIIR atau Charles III Rex. Dalam bahasa latin, Rex mempunyai makna sebagai Raja.
Lagu kebangsaan
Selama berpuluh-puluh tahun, lagu kebangsaan God Save The Queen kini berubah menjadi God Save The King. Namun, untuk lirik tidak akan banyak diubah. Perubahan hanya pada part penyebutan kata ganti orang ketiga perempuan (she/her), menjadi laki-laki (he/his) dan kata Queen berganti menjadi King.
Uang
Selama ini mata uang kertas dan koin menggunakan gambar Ratu Elizabeth. Sedikitnya ada 4,5 miliar uang kertas pound sterling yang beredar di masyarakat. Untuk mengganti mata uang tersebut dengan gambar Pangeran Charles membutuhkan waktu beberapa tahun.
Perangko
Royal Mail sejak tahun 1967 telah menerbitkan perangko dengan siluet profil samping Ratu Elizabeth II. Namun, kini produktifitas tersebut akan dihentikan dan berganti menjadi gambar Pangeran Charles III. Meski begitu, pihak Royal Mail masih belum mengatakan bagaimana gambaran desainnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”film”]
Sumpah setia
Sebelum menyampaikan janji setia kepada raja baru King Charles III, perdana menteri Inggris hingga para anggota parlemen tidak diperkenankan menerima gaji, berargumentasi, memberikan suara, atau sekadar duduk di House of Common.
Persemakmuran
Sebanyak 14 negara yang masih mengakui Ratu Elizabeth sebagai pemimpin negara. Tak ayal jika konstitusi negara-negara tersebut harus menyesuaikan dengan raja baru. Namun, ada upaya referendum yang dilakukan oleh beberapa negara persemakmuran yang menjadi Republik, sehingga Raja Charles III harus menghadapinya. (fyi/ian)






