Surabaya (beritajatim.com) – Daftar orang India di kursi tertinggi perusahaan global kini terus bertambah. Ada budaya yang membentuk karakter, pendidikan, dan migrasi menjadi gabungan faktor beberapa nama kini ada di pusaran silicon valley.
Nama-nama seperti, Arvind Krishna, Tarun Gupta, Sundar Pichai, Shantanu Narayen, Vikram Pandit, Ajay Banga, hingga yang terbaru Parag Agrawal. Mereka berhasil menduduki kursi tertinggi berbagai perusahaan global.
Dilansir dari bussinesplan.com, manajemen pada NYU Stern School of Business, Pankaj Ghemawat mengatakan, perusahaan-perusahaan multinasional yang dipimpin warga keturunan India merupakan perusahaan yang tidak lagi mempertimbangkan kebangsaan para pegawai.
Di antara 500 perusahaan terbesar di Fortune Global 500, tidak sampai 70 perusahaan dipimpin orang dari negara tempat markas besar perusahaan itu. Ada beberapa hal utama yang membuat India menjadi pemimpin di sana, antara lain, karena ketekunan, kesetiaan, dan keuletan.
Hal ini lantas kembali dibuktikan dengan penunjukan Parag Agrawal sebagai CEO Twitter pada 29 November 2021 lalu. Agrawal menyusul imigran-imigran India lain di Amerika Serikat juga di berbagai negara yang menjadi pemimpin tertinggi perusahaan-perusahaan dengan wilayah kerja lintas negara.
Selain tekun, setia, dan ulet, Berikut ini beberapa faktor yang membuat orang India bisa duduk di kursi tertinggi perusahaan global. Mungkin pola kerja mereka juga bisa jadi bahan rujukan orang Indonesia.
Ketekunan, kesetiaan, dan keuletan
Orang India punya sifat tekun, setia, dan ulet sejak merintis karir dari bawah. Sifat itu lantas terus dimiliki hingga mereka naik pangkat. Hal itulah yang membuat orang India banyak disukai.
Kerja keras
Orang India dengan keuletannya juga pekerja keras. Selain itu juga ada banyak dorongan merantau ke negara lain. Sehingga mereka bisa besar di bahkan jadi pimpinan tertinggi di negara lain.
Pendidikan India
Pendidikan di India antara lain, menumbuhkan daya kritis dan sistem berpikir komputasional. Ibu-ibu di India bahkan sangat terobsesi membuat anak-anak mereka mencapai nilai tertinggi dalam ujian STEM (science, technology, engineering and mathematics). Nilai tinggi itu memungkinkan anak mereka mendapat beasiswa ke luar negeri.
Mayoritas sekolah di India mengajarkan bahasa Inggris sejak dini
Cakap dalam bahasa Inggris menjadi salah satu penyebab para imigran India lebih mudah beradaptasi di panggung internasional. Seba mereka telah mempelajari bahasa Inggris sejak dini, sehingga lebih mudah.
Alasan itulah yang membuat orang India kini berada di pusaran silicon valley. Sekaligus, bisa ditiru dengan baik oleh orang Indonesia. [dan/tur]






