Surabaya (beritajatim.com) – Mengapresiasi yang setia bekerja sepenuh hati, Alfamidi kembali melepas ratusan karyawannya menjelajahi berbagai destinasi dunia.
Melalui program Trip Reward 2025, sebanyak 546 karyawan PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) diberangkatkan ke berbagai destinasi luar negeri, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kinerja luar biasa mereka sepanjang tahun.
Penghargaan ini tidak hanya diberikan kepada karyawan toko, namun juga menjangkau staf warehouse dan office.
Total sejak program ini berjalan pada 2023, sudah 982 karyawan yang menikmati reward jalan-jalan, baik ke dalam negeri seperti Bali, maupun luar negeri seperti Thailand, Korea Selatan, Jepang, China, Eropa, hingga ke Arab Saudi untuk ibadah umrah.
Direktur Human Capital Alfamidi, Tri Wasono Sunu, menegaskan bahwa karyawan adalah pilar utama kesuksesan perusahaan.
“Trip Reward diberikan untuk memotivasi karyawan agar terus berkinerja terbaik, yang tentunya berkontribusi positif pada pertumbuhan perusahaan,” ujarnya.
Yang menarik, Alfability—sebutan untuk karyawan disabilitas di Alfamidi—juga mendapat kesempatan ikut serta. Salah satunya adalah Hatta Pratama, Asisten Kepala Toko yang merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari program istimewa ini.
“Saya bersyukur menjadi salah satu dari sekian banyak karyawan Alfamidi bisa ikut trip ke luar negeri. Selama kita ikhlas dalam bekerja pasti akan ada hasil terbaik dari apa yang sudah dikerjakan,” ucap Hatta.
Ia juga berharap suatu saat bisa mendapat kesempatan trip reward ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah.
Keikutsertaan Hatta ini pun menjadi simbol inklusivitas di tubuh Alfamidi, yang menunjukkan bahwa setiap individu punya peluang yang sama untuk dihargai.
Program Trip Reward ini datang di tengah situasi ekonomi yang fluktuatif.
Namun, Alfamidi justru tetap mencatat pertumbuhan positif dan berani menunjukkan bahwa perhatian kepada karyawan tak perlu menunggu waktu ideal.
Pengalaman berharga ini diyakini akan menciptakan efek domino: mendorong semangat kerja, meningkatkan loyalitas, serta memperkuat sinergi internal perusahaan. Dengan begitu, perusahaan tak hanya tumbuh secara bisnis, tapi juga secara budaya dan solidaritas. (fyi/but)







1 Komentar
Keren