Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengawali kepemimpinannya di Kota Mojokerto sejak tanggal 10 Desember 2018 lalu. Mengusung Spirit of Majapahit, sosok yang akrab disapa Ning Ita ini memulai babak baru pembangunan di Kota Mojokerto dengan seluas 20,48 km2 tersebut.
Mencatatkan namanya sebagai Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto, Ning Ita mencatat sejarah baru. Keberhasilan yang diraih juga diakui oleh berbagai pihak, hal ini terbukti selama lima tahun Ning Ita mengabdi, Kota Mojokerto telah meraih ratusan penghargaan. Mulai dari skala regional hingga nasional.
Seperti Penghargaan Kota Terinovatif se-Indonesia, Inovatif Gaung Award dari Kemendagri, Universal Health Coverage (UHC) Award Tahun 2023 atas pemberian jaminan kesehatan bagi 100 persen warga Kota Mojokerto, apresiasi daerah peduli penangganan stunting Kota Layak Anak, Insentif Fiskal Kategori Kinerja Penghapusan Kemiskinan Ekstrim.
Kinerja penyelenggaraan Pelayanan Publik dan Pelayanan Prima dan Penyelenggara Pelayanan Publik dan Pengawas Penyelenggara Pelayanan Publik. Dibawah kepemimpinan Ning Ita, Kota Mojokerto berevolusi menjadi kota yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil, makmur, sejahterah dan bermartabat. Kota Mojokerto kuat, hebat, melesat
1. Bidang Insfrastruktur
Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto di bawah kepemimpinan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. Bahkan, capaian bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat menempati peringkat tertinggi dengan 100 persen dalam capaian penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Pekerjaan fisik menyentuh di berbagai sektor, salah satunya pada penyelenggara infrastruktur jalan. Pada tahun 2023 ini, penyelenggaraan infrastruktur jalan difokuskan untuk menunjang akses jalur wisata. Yakni dengan menyentuh pekerjaan fisik di tiga ruas jalan menuju proyek strategis nasional Taman Bahari Mojopahit (TBM) Kota Mojokerto.
Dua di antaranya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) 2023 yang dikucurkan untuk peningkatan Jalan Raya Pulorejo dengan pagu Rp 7,7 miliar dan peningkatan Jalan Blooto Utara, Kecamatan Prajurit Kulon dengan alokasi Rp 3,4 miliar. Di samping itu, pendukung jalur wisata juga akan ditunjang dengan pembangunan jalan penghubung baru.
Tepatnya dibangun di jalan Lingkungan Balongcangkring hingga menembus Jembatan Rejoto. Akses jalan anyar berupa paving yang dianggarkan dariAPBD sebesar Rp 5,2 miliar ini akan mempermudah mobilisasi menuju TBM. Karena terhubung dengan jalur tengah kota baik dari Jalan Empunala dan Jalan Gajah Mada.
TBM menjadi sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Mojokerto yang menghadirkan nuansa kejayaan bahari Majapahit. Sosok perempuan hebat ini mengaplikasikan ornamen khas Majapahitan di berbagai bangunan, seperti kantor pemerintahan, fasilitas publik, sekolah dan berbagai sudut di Kota Mojokerto.
Alun-alun Wiraraja pun tidak luput dari revitalisasi. Di pusat keramaian masyarakat ini berdiri tugu setinggi 45 meter dengan pondasi mengadaptasi arsitektur Candi Sukun dan kuncup bungai teratai sebagai puncaknya. Dengan berbagai fasilitas seperti skywalk sebagai pusat UMKM, paseban, panggung terbuka dan taman.
Selain itu, Kolam Sekarsari juga dilakukan revitalisasi dengan tugu Tribuana Tungga Dewi menjadi icon baru, simbol kepemimpinan perempuan di Kota Mojokerto. Tidak ketinggalan berbagai fasilitas publik juga bertransformasi, seperti jalan raya, rumah ibadah, taman dan banyak lainnya.
2. Bidang Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Selain infrastruktur, pembangunan manusia juga menjadi proritas Ning Ita. Hal itu tercermin dalam capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat. Prestasi di bidang pendidikan terus dikejar untuk mempengaruhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan dan IPM.
Kota Mojokerto menjadi kota terbaik di Jawa Timur dalam capaian penerapan SPM Tahun 2022. Hal ini diketahui dari hasil evaluasi Indeks Pencapaian SPM Nasional Pra Triwulan IV tahun 2023, yang dikeluarkan Ditjen Bina Pembangunan Daerah – Kementerian Dalam Negeri RI per tanggal 19 Januari 2023.
Dari hasil evaluasi tersebut, Kota Mojokerto meraih nilai rata-rata tertinggi dari kabupaten/kota lain di Jawa Timur, yakni sebesar 98,86 persen atau masuk kategori Tuntas Utama. Capaian urusan tertinggi dicapai pada bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yaitu sebesar 100.00 persen.
Sedangkan untuk bidang pendidikan nilainya sebesar 99,81 persen, bidang kesehatan sebesar 97,83 persen, bidang trantibumlinmas sebesar 96,34 persen dan bidang sosial sebesar 99,20 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari capaian Provinsi Jawa Timur bahkan nasional.
3. Bidang Kesehatan
Dibawah kepemimpinan Ning Ita, Pemkot Mojokerto berupaya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang sehat bebas stunting. Berkat upaya masif, Kota Mojokerto berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan. Dari 9,04 persen di tahun 2019 menjadi 2,22 persen di tahun 2023.
Dalam bidang kesehatan, terdapat Gerbang Layanan Terpadu dan Terintregrasi (Gayatri), 99 Prameswari dan 1.621 kader motivator.
4. Bidang Pendidikan
Setelah empat tahun berturut-turut, dari tahun 2019 sampai tahun 2022 menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA) Kategori Madya, tahun 2023 Kota Mojokerto berhasil naik Kategori Nindya. Naiknya kategori tesebut tak lepas dari pemenuhan hak-hak anak terkait pendidikan.
Pemkot Mojokerto memberikan lima gratis bidang pendidikan yakni seragam gratis, tas sekolah gratis, sepatu sekolah gratis, buku gratis, dan angkutan sekolah gratis bagi siswa jenjang SD, SMP dan beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi. Berbagai upaya dilakukan Pemkot Mojokerto untuk meningkatkan capaian KLA.
Salah satunya dengan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak. Selain menyediakan berbagai fasilitas pendidikan gratis, sosok yang akrab disapa Ning Ita ini juga berupaya mendorong lembaga pendidikan untuk berinovasi.
Hasilnya, SPM Kota Mojokerto di bidang pendidikan mengalami tren peningkatan dan berhasil mencapai 99,8 persen di 2022. Seluruh insan pendidikan untuk bersinergi dan terus menggali potensi kearifan lokal yang menjadi keunggulan di Kota Onde-Onde.
Upaya tersebut telah diimplementasikan lembaga pendidikan dengan mencetuskan sejumlah inovasi. Diantaranya adalah Adi Pintar yang merupakan akronim Asesmen Diagnostik dan Penilaian Terpadu Hasil Belajar. Tak hanya berhasil meraih Juara I Lomba Mojokerto Inovasi Daerah (Mojo Indah) Tahun 2023.
Inovasi yang digagas SMPN 5 Mojokerto ini juga masuk sebagai salah satu nominasi pada ajang tingkat nasional Innovative Government Award (IGA) 2023.
5. Bidang Ekonomi
Kesejahteraan warga tidak luput dari perhatian Ning Ita, terbukti dari pertumbuhan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi yang terus menguat hingga melesat 5,56 persen pada tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi di Kota Mojokerto sempat menurun drastis akibat adanya pandemi Covid-19.
Bahkan, pada 2020 pertumbuhan ekonomi terpuruk hingga minus 3,69 persen. Namun pada tahun 2021 laju pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto berangsur pulih dan mengalami kenaikan sebesar 3,65 persen. Bahkan, trennya terus membaik sehingga pertumbuhan ekonomi pada 2022 berada di angka 5,56 persen.
Capaian tersebut hampir mendekati angka pada tahun 2019 atau sebelum pandemi sebesar 5,75 persen. Tentunya berbagai keberhasilan tersebut berhasil dicapai berkat berbagai program dan inovasi. Pemkot Mojokerto berupaya menguatkan pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Yakni melalui program Inkubasi Wirausaha, mulai dari pelatihan, pendampingan, permodalan dan pembentukan koperasi.
6. Bidang Pemerintahan
Sejak 2019-2022 nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Kota Mojokerto bertahan dengan predikat Baik (B). Dan pada ujung kepemimpinannya Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari berhasil menyinergikan seluruh sektor di Pemerintah Kota Mojokerto dan meraih predikat Sangat Baik (BB).
Hasil evaluasi penilaian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin di Nusa Dua Convention Center, Bali, pada Rabu, (6/12/2023). Dalam penilaian AKIP tahun 2023 ini hanya terdapat Pemerintah Daerah yang berhasil naik peringkat dari Baik (B) menjadi Sangat Baik (BB).
Kota Mojokerto menjadi salah satunya dengan peningkatan sebesar 2,86 poin dari tahun sebelumnya, yaitu dari 68,10 menjadi 70,96. [tin/adv]






