Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 5.200 lebih peserta didik baru di Kota Mojokerto mendapatkan paket bantuan perlengkapan sekolah. Paket bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi peserta didik baru tersebut mulai disalurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto secara serentak.
Penyaluran secara simbolis dilakukan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari kepada wali murid peserta didik baru di Balai Kota Mojokerto. Sebanyak 5.200 lebih peserta didik baru tersebut mulai jenjang SD/MI dan SMP/MTs tahun ajaran 2023/2024 se-Kota Mojokerto.
“Hari ini secara serentak kami membagikan seragam sekolah. Masing-masing murid mendapatkan tiga stel, satu pasang sepatu sekolah, dan tas sekolah mulai dari jenjang SD, SMP baik negeri maupun swasta se-Kota Mojokerto. Total ada 5.200 lebih peserta didik baru,” ungkapnya, Selasa (4/7/2023).
Mereka yang mendapatkan paket bantuan perlengkapan sekolah tersebut tidak hanya siswa yang berasal dari Kota Mojokerto saja, namun juga siswa luar Kota Mojokerto yang bersekolah di Kota Mojokerto. Ning Ita (sapaan akrab, red) ini berharap dengan paket bantuan perlengkapan sekolah gratis tersebut bisa mencetak generasi yang bisa berdaya saing.
“Ini harus kita syukuri karena tidak semua daerah melaksanakan kebijakan dan menjadi daya tarik berpindah alamat menjadi warga Kota Mojokerto. Bukan semata-mata hanya untuk mensukseskan program nasional 2045 mewujudkan generasi emas, tapi sejatinya lebih dari itu,” ujarnya.
Yakni, lanjut orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini, bagaimana Pemkot Mojokerto mempersiapkan calon generasi penerus bangsa. Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Mojokerto ke depan diharapkan harus memiliki keunggulan yang luar biasa dibandingkan generasi saat ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P&K) Kota Mojokerto, Amin Wachid menambahkan, seragam, sepatu, dan tas sekolah disalurkan kepada 44 SD negeri, 11 SD swasta, dan 9 MI swasta. Untuk jenjang SMP ada sembilan SMP Negeri, 10 SMP swasta dan tiga MTs swasta.
“Kami sudah melakukan survei ke empat kabupaten/kota terbesar, mulai dari Jakarta, Surabaya dan Medan. Baru Kota Mojokerto yang memberikan tiga stel seragam dan tepat waktu. Surabaya baru akan diberikan pada bulan Desember nanti,” tambahnya.
Pemkot Mojokerto juga memberikan bantuan alat peraga edukatif, meubelair, komputer dan printer kepada 90 lembaga pendidikan. Bantuan alat peraga edukatif disalurkan kepada 11 lembaga, bantuan meubelair diberikan kepada 43 lembaga PAUD dan TK.
Sementara bantuan pengadaan komputer maupun printer disalurkan kepada 36 lembaga. Dibawah kepemimpinan Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto, Pemkot Mojokerto terus mengupayakan agar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto terus meningkat.
Baca Juga: KPU Kabupaten Mojokerto Belum Terima Satupun Berkas Perbaikan Bacaleg BMS, Ini Alasannya
Dimana indeks pendidikan merupakan salah satu indikator di dalam IPM tersebut. Tidak hanya paket bantuan perlengkapan sekolah, Pemkot Mojokerto juga memberikan beasiswa pendidikan melalui program satu rumah satu sarjana, serta beasiswa S1 melalui Disporapar Kota Mojokerto.
Sekedar diketahui, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kota Mojokerto telah mengalokasikan anggaran subsidi pendidikan dalam Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP Tahun 2023. Alokasi anggaran dari APBD ini diperuntukkan bagi peserta baru untuk akan mendapatkan lima fasilitas gratis.
Yakni seragam, sepatu, tas, biaya pendidikan dan angkutan sekolah. Adapun anggaran untuk seragam gratis SD dan SMP baik negeri maupun swasta sebanyak 2.545 siswa Rp982 juta. Sedangkan, siswa SMPN atau MTS sebanyak 6.360 siswa anggaran sekitar Rp1,299 miliar.
[berita-terkait number=”3″ tag=”mojokerto”]
Anggaran SD/MI sepatu siswa senilai Rp424 juta dan tas Rp373 juta, siswa baru SMP/MTS anggaran sepatu sekitar Rp431 juta dan tas Rp344 juta. Tujuan pemberian paket bantuan perlengkapan sekolah tersebut untuk meringankan beban orang tua, menekan angka putus sekolah dan mendukung penyelenggaraan pendidikan di Kota Mojokerto. [tin/ted]






