Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 441 rumah tangga tidak mampu yang terdaftar di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) mendapat Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Bantuan ini disalurkan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersinergi dengan Komisi VII DPR RI.
Kepala bagian umum Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Wiwid Muljadi, menghimbau untuk warga yang tidak terdaftar di DTKS diharapkan peran Kepala Lurah/Desa. Kepala Lurah memvalidasi kepesertaan calon penerima manfaat yang nanti dimasukan ke dalam DTKS.
“Masyarakat penerima program BPBL akan mendapatkan instalasi listrik rumah berupa 3 titik lampu dan 1 kotak kontak, pemeriksaan, pengujian instalasi, penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO),” ujar Wiwid saat Peresmian dan Penyalaan Pertama Program BPBL di Kabupaten Malang, pada Sabtu (18/11/2023) siang.
Ia menegaskan jika dalam pemasangan terdapat pungutan liar, maka masyarakat dihimbau untuk melaporkan ke Contact Center 136.
Pada kesempatan ini, Anggota Komisi VII DPF RI Ridwan Hisjam, mengapresiasi pemberian program BPBL kepada masyarakat yang telah tersalur tepat waktu. “Saya berterimakasih kepada ESDM khususnya Ditjen Ketenagalistrikan bersama PLN yang telah mewujudkan aspirasi secara tepat Waktu” ujar Ridwan.
Sementara itu, Direktur Distribusi PT. PLN (Persero) Adi Priyanto menyampaikan, program BPBL adalah upaya pemerintah membantu pasang baru listrik gratis untuk rumah tangga belum berlistrik.
“PLN melalui Instruksi Presiden nomor 4 tahun 2022 tentang Percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem yang mana mandat dari Inpres tersebut adalah menyiapkan ketersediaan dan ketercukupan energi dan elektrifikasi bagi keluarga miskin ekstrem,” ungkap Adi
Pj Sekda Kabupaten Malang, Nurman Ramdhansyah mengatakan bahwa program BPBL akan membantu wilayah Malang menuju era digitalisasi dan juga mewujudkan kemandirian. “Semoga Program BPBL ini benar-benar mampu untuk memberikan stimulus untuk kemandirian masyarakat ” harapnya.
Salah satu penerima manfaat program BPBL di Desa Argotirto, Suparmi (44 tahun) menyatakan bahwa selama ini dia menyambung listrik dari tetangganya. Bahkan, untuk 1 lampu depan rumah dan kulkas, harus mengeluarkan biaya sebesar 40 ribu rupiah per bulannya.
“Saat ini rumah saya memperoleh tambahan menjadi 3 lampu penerangan dari sambungan BPBL. Selama ini kami sambung listrik dari sebelah (tetangga) dan biaya ini sudah berlangsung selama 4 tahun,” ujar perempuan 1 anak ini.
Suparmi juga menyampaikan terima kasih dan pada pemerintah karena sekarang punya listrik sendiri. “Saya bersyukur dan terimakasih kepada Pemerintah yang sudah memberi saya listrik,” kata Suparmi dengan sumringah. (dan/kun)
BACA JUGA: 5 Tersangka Jadi Pemicu Pria di Malang Tewas Menggantung






