Sidoarjo (beritajatim.com) – Setelah 40 tahun setia menjahit dengan mesin tua warisan orangtua, Muchlis Usman (54), perajin INTAKO Tanggulangin, akhirnya tersenyum lebar. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menghadiahkan satu set mesin jahit modern lengkap dengan meja jahit sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).
Mesin jahit merek Typical GC 202 yang diterima Muchlis dilengkapi dinamo berkecepatan 3.500 jahitan per menit. Bantuan ini menjadi penyemangat baru di tengah lesunya pesanan industri tas dan koper yang sudah jauh menurun dibandingkan 10–15 tahun lalu.
“Penjahit tidak saja butuh ketelitian dalam bekerja, tapi juga keikhlasan pada saat sepi order,” ujar Muchlis saat serah terima bantuan, Kamis (24/7/2025).
Keberuntungan Muchlis datang saat ia menjadi salah satu perajin yang menggarap pesanan 4.000 tas jumbo sebagai goody bag untuk gelaran Alfamart RUN yang akan berlangsung Oktober 2025. Ia tak hanya menjahit, tapi juga terlibat sejak proses awal desain hingga revisi.
“Bapak Muchlis ini kami beri bantuan CSR karena beliau dari awal sudah terlibat dalam pembuatan desain dan penjahitan tas contoh, yang kemudian kita revisi berkali-kali. Beliau ini sabar dan telaten mengirim revisiannya ke kantor Head Office kami di Tangerang,” jelas Ame Dwi Pramesti, Corporate Communication Alfamart.
Keterlibatan UMKM lokal seperti INTAKO dalam proyek besar ini, lanjut Ame, menjadi bagian dari komitmen Alfamart dalam mendukung ekonomi masyarakat dan keberlangsungan pelaku usaha kecil di tengah tantangan ekonomi.
“Alhamdulillah, rezeki tidak akan kemana-mana. Terima kasih Alfamart & INTAKO,” ujar Muchlis, ayah dua anak yang dikenal gigih dan sabar menyelesaikan setiap revisi pesanan tanpa keluhan.
Program CSR ini menunjukkan bahwa Alfamart tak sekadar jaringan ritel nasional, tapi juga mitra nyata UMKM lokal yang berjuang mempertahankan roda usahanya tetap berputar. [kun]






