Surabaya (beritajatim.com) – Ponorogo, sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, merupakan destinasi yang kaya akan potensi pariwisata. Namun, sayangnya, beberapa tempat wisata di Ponorogo yang dulu pernah hits kini terbengkalai. Meskipun masih memiliki daya tarik alam yang luar biasa, kondisi terbengkalainya tempat-tempat wisata tersebut menandakan adanya beberapa permasalahan yang perlu segera diatasi.
1. Mloko Sewu
Mloko Sewu, yang dahulu menjadi primadona dengan keindahan taman bunga dan gazebo-gazebo indahnya, kini mengalami kondisi memprihatinkan. Tanaman semak belukar telah menutupi keindahan taman bunga yang dulu disukai pengunjung.
Gazebo-gazebo yang dahulu menjadi tempat bersantai juga terbengkalai dan hampir roboh. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya perawatan dan pemeliharaan fasilitas, serta absennya penerangan yang membuat tempat ini tidak lagi menarik bagi pengunjung.
2. Gunung Beruk
Terletak di desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Gunung Beruk dulunya menjadi destinasi yang sangat populer di kalangan wisatawan.
Namun, seiring berjalannya waktu, kunjungan wisatawan semakin menurun hingga akhirnya tidak ada lagi yang datang. Fasilitas di Gunung Beruk pun mengalami kerusakan dan terbengkalai karena minimnya perawatan dan kurangnya minat pengunjung.
3. Wisata Watu Pecah
Watu Pecah, yang terletak di Desa Jonggol, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, dulunya menawarkan pemandangan alam yang memukau dan jalur pendakian yang menarik bagi pengunjung.
Namun, saat ini destinasi ini termasuk ke dalam daftar wisata mati di Ponorogo karena minimnya perawatan dan kurangnya promosi. Hal ini menyebabkan jumlah pengunjung yang datang semakin sedikit dan akhirnya destinasi ini terbengkalai.
4. Air Terjun Dong Mimang
Air Terjun Dong Mimang, yang berlokasi di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, juga mengalami nasib serupa. Meskipun menawarkan keindahan alam yang menakjubkan, akses jalan yang sulit dan faktor alam seperti musim kemarau yang mengurangi debit air membuat destinasi ini sepi pengunjung. Kurangnya perhatian dalam memperbaiki aksesibilitas dan mempromosikan destinasi ini menjadi alasan utama terbengkalainya Air Terjun Dong Mimang. (fyi/ian)






