Surabaya (beritajatim.com) – Penghormatan bagi jasa para pendahulu Indonesia terus berjalan. Gelar pahlawan nasional baru pun bermunculan dan terus diberikan kepada para tokoh yang telah berjuang di masa lampau.
Tahun 2021 ini ada empat tokoh yang akan didaulat sebagai pahlawan nasional Hal tersebut didasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 109 dan 110 /TK/Tahun 2021 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan Bintang Jasa. Empat tokoh yang dimaksud yaitu Usmar Ismail, Tombolotutu, Sultan Aji Muhammad Idris, dan Raden Aria Wangsakara. Berikut dedikasi juga perjuangan untuk Indonesia di masa lampau.
Usmar Ismail
Lahir di Bukittinggi Tanggal 20 Maret 1921, sosok ini dikenal sebagai ‘Bapak Perfilman Nasional’ karena membawa perubahan besar di Industri perfilman Indonesia. Usmar Ismail berkarya di industri perfilman selama kurang lebih 20 tahun dan melahirkan lebih dari 30 karya film berbagai genre mulai dari drama, komedi atau satire, aksi, musikal hingga hiburan.
Di tahun 1950 Usmar mendirikan Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini). Tujuan Perfini untuk menghasilkan film secara independen dan terlepas dari dikte atau permintaan film yang dibuat atas kebutuhan negara. Pak Usmar menutup usia pada tanggal 2 Januari 1971 akibat menderita pendarahan otak.
Tombolotutu
Salah satu sosok pejuang di era kolonial Belanda. Tombolotutu merupakan raja dari Kerajaan Parigi Moutong di Sulawesi Tengah. Namanya pernah disebut dalam sebuah buku berjudul Bara Perlawanan di Teluk Tomini, Perjuangan Tombolotutu melawan Belanda. Salah satu pejuang yang berada di garda terdepan dalam barisan yang melawan penjajahan Belanda pada tahun 1800-an Pemerintah Belanda sampai menurunkan pasukan elit Marsose untuk menumpas perlawanan yang dipimpin oleh Tombolotutu. Wafat pada tanggal 17 Agustus 1901.
Sultan Aji Muhammad Idris
Merupakan Sultan ke-14 dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang memerintah sejak tahun 1735 hingga 1778. Sultan Aji Muhammad Idris gugur dalam pertempuran bersama rakyat Bugis ketika melawan VOC di tanah Wajo. Sultan Aji Muhammad Idris menjadi pahlawan nasional pertama yang berasal dari daerah Kalimantan Timur.
Raden Aria Wangsakara
Salah satu tokoh tertua yang menerima gelar pahlawan nasional di tahun ini. Raden Aria Wangsakara diketahui lahir pada sekitar tahun 1615. Beliau merupakan seorang ulama sekaligus pendiri wilayah Tangerang.
Raden Aria adalah sosok ulama yang kharismatik sekaligus tokoh sentral perlawanan terhadap penjajah Belanda pada zamannya. Perlawanan yang dipimpin oleh Raden Aria mulai terjadi pada kisaran tahun 1652-1653 di dekat wilayah Sungai Cisadane, disebutkan Raden Aria tewas ketika terlibat perang dengan VOC di wilayah Ciledug tahun 1720.
Demikian sosok yang baru saja dianugerahi gelar sebagai pahlawan nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 109 dan 110 /TK/Tahun 2021. [dan/esd]






