Blitar (beritajatim.com) – Satlantas Polres Blitar menilang 4 kereta kelinci yang hendak mengantarkan ratusan wisatawan ke Jalur Lintas Selatan (JLS) dan Pantai Tambakrejo. Keempat kereta kelinci ini ditangkap oleh aparat kepolisian di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar saat hendak berangkat menuju JLS.
Penilangan ini dilakukan demi keselamatan ratusan penumpang yang dibawa oleh keempat kereta kelinci tersebut. Pasalnya selain tidak memenuhi standar, kereta kelinci ini juga over kapasitas.
Diketahui satu kereta kelinci yang ditilang ini, mengangkut 65 orang. Jumlah tersebut tentu melebihi dari kapasitas dan membahayakan jika melewati jalur JLS yang naik serta berkelok.
“Ini memang tujuannya ke Pantai Tambakrejo yang melewati jalan naik turun sehingga sangat membahayakan, apa kuat nanjak dengan kendaraan seperti ini. Kalau sampai terguling pasti ada korban kalau kondisi kendaraannya seperti ini,” kata AKP, Taufik Nabila, Kasat Lantas Polres Blitar Kota, Minggu (11/02/24).
Dari data yang dipunya oleh Satlantas Polres Blitar Kota, dari 4 kereta kelinci yang ditilang ini, 2 diantaranya sudah pernah menerima sanksi tilang. Namun keduanya tetap beroperasi kembali, bahkan kali ini jumlah penumpang yang diangkut jauh lebih banyak.
“Ada 2 yang dulu sudah pernah kita tilang dan kami berikan sanksi tapi, mereka kayaknya tetap membandel,” imbuhnya.
Secara aturan kereta kelinci ini memang dilarang untuk beroperasi utamanya yang melewati jalan protokol. Namun Polres Blitar Kota masih memberikan keringan kepada para pemilik kereta kelinci untuk mengoperasikan armadanya di pinggir-pinggiran kota.
Ternyata pelonggaran aturan itu justru disalahgunakan oleh para penyedia jasa kereta kelinci. Terbukti dengan adanya 4 kereta kelinci yang hendak mengantarkan ratusan wisatawan ke JLS serta Pantai Tambakrejo.
Padahal Jarak Kota Blitar dengan JLS dan Tambakrejo mencapai puluhan kilometer. Jalurnya pun naik turun serta berkelok, yang jika dilewati oleh kereta kelinci sangat membahayakan.
“Ini akan kami lakukan penilangan dan penahanan terlebih dahulu karena ini membahayakan dan agar para pelaku jasa kereta kelinci ini jera,” tegasnya.
Kereta kelinci sendiri masih menjadi salah satu angkutan favorit di Blitar utamanya untuk berwisata. Murahnya tarif yang dipatok oleh penyedia jasa kereta kelinci menjadi alasan utamanya.
Namun dibalik ongkos atau tarif yang murah tersebut tersimpan bahaya kecelakaan. Warga pun diminta untuk lebih selektif dalam memilih kendaraan untuk berwisata. [owi/aje]






