Surabaya (beritajatim.com) – Penikmat film Indonesia dihiasi karya baru dari sutradara Ertanto Robby Soediskam berjudul film Jakarta vs Everybody. Film itu berkisah kerasnya kehidupan Jakarta, khususnya berkaitan dengan peredaran narkoba.
Pemain utama film Jakarta vs Everybody yaitu Jefri Nichol sebagai Dom. Dom dikisahkan pemuda yang punya mimpi jadi aktor di Jakarta namun berujung pada pekerjaan sebagai kurir narkoba.
Wulan Guritno dan Ganindra Bimo sebagai pemeran Pinkan dan Radit yang telah menikah. Ada pula Dea Panendra yang sebelumnya pernah bermain di Penyalin Cahaya. Berikut ini fakta menarik dari film ini.
1. Narkoba
Para pemeran film ini mendalami karakter langsung dari orang yang pernah mengalami. Wulan Guritno menjelaskan, mereka berdiskusi dengan mantan penjual narkoba kelas bawah yang pernah masuk penjara. Dari situ, pemeran pun paham cara penjual dan pengedar narkoba menjalankan aktivitasnya.
2. Observasi demi peran
Demi mendalami peran, Wulan Guritno dan Ganindra Bimo menjalankan beberapa proses. Wulan Guritno bersama Dea Panendra dan Jefri Nichol menyamar saat pergi ke kelab malam di kawasan pusat kota Jakarta.
Sebab, Wulan Guritno yang berperan sebagai DJ ingin menganalisa suasana di sana. “Kita duduk, kita dengerin musiknya, memahami vibe-nya, perhatiin orang-orang yang datang,” lanjut perempuan berusia 40 tahun itu dilansir dari Instagram official film.
Sementara Ganindra Bimo tidak ingin penampilan dirinya sebagai bandar narkoba yang umum. Ia memiliki penggambaran tersendiri. “Gue naikin berat badan dari 80 ke 96 kilogram,” tutur Ganindra Bimo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”film”]
4. Jefri Nichol ikut sumbang ide cerita
Selain berakting, Jefri Nichol turut menyumbang ide cerita. Alhasil, namanya ditulis dalam credit title. Jefri Nichol berujar sang sutradara berbaik hati memasukkan namanya sebagai penulis meski ia hanya sedikit saja menyarankan ide.
5. Adegan panas
Sebagai suami istri, Wulan Guritno dan Ganindra Bimo terlibat adegan panas. Kata Bimo, adegan suami istri ini bukan benar-benar dilakukan lalu difilmkan namun membuat hidup dengan cara akrobatik.
“Koreonya harusnya gimana gitu kan. At the end semuanya koreografi,” jelas Ganindra Bimo. Adapun Wulan Guritno mementingkan kenyamanan lawan mainnya.
Film Jakarta vs Everybody pernah melenggang pada ajang Festival Film Black Nights Tallinn ke-24 (Pimedate Ööde Film Festiva – POFF) 2020 dan sudah tayang di Estonia pada 26 November 2020 lalu. (dan/ian)






