Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai makhluk sosial, manusia memang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Itulah mengapa bagi beberapa orang, teman merupakan aspek penting untuk menjalani kehidupan. Mereka yang tak bisa jauh dari teman akan merasa lebih bahagia ketika sering bersosialisasi atau berkumpul bersama orang lain, meski itu hanya sekadar nongkrong dan berbincang ringan.
Akan tetapi, hal tersebut justru berbanding terbalik dengan mereka yang memiliki otak cerdas. Kalian mungkin menyadari jika orang – orang yang terlihat ambisius dan cerdas akan lebih senang berkutat dengan buku atau mungkin pekerjaannya, ketika berada di tengah keramaian teman – teman.
Ini didukung oleh sebuah penelitian tahun 2016 oleh Satoshi Kanazawa dan Norman Li, psikolog evolusioner di Inggris. Mereka menyebutkan bahwa orang yang sangat cerdas cenderung lebih suka menyendiri dan justru merasa kurang puas ketika bergaul bersama teman – teman. Alhasil, mereka pun jadi memiliki sedikit banyak teman.
Lebih lengkapnya, berikut ini merupakan beberapa alasan orang yang cerdas tidak memiliki banyak teman.
1. Lebih Selektif
Perlu diketahui jika orang – orang cerdas bukannya tidak suka bergaul sama sekali. Mereka hanya sangat selektif kepada siapapun yang akan mereka pilih sebagai teman. Mereka menghindari teman yang memiliki kepribadian negatif dan membawa pengaruh buruk, karena mereka yakin bahwa dalam pertemanan pun kualitas akan lebih penting daripada kuantitas.
2. Anti Drama
Mereka yang cerdas cenderung menjauhi drama atau konflik apapun dalam pertemenan. Ini karena banyak hal yang dianggap lebih penting untuk dipikirkan. Oleh karena itu, semakin sedikit teman yang mereka miliki makan mereka akan semakin terhindar dari drama yang biasanya terjadi.
3. Fokus Pada Tujuan
Seperti yang disebutkan sebelumnya, salah satu alasan orang cerdas tak punya banyak teman lantaran mereka memiliki banyak hal untuk dipikirkan, salah satunya adalah tujuan dan cita – cita yang ingin dicapai, terlebih dalam jangka panjang.
Peneliti dari Brooking Institute, Carol Graham menyebutkan dalam sebuah artikel di The Washington Post bahwa mereka yang memiliki kecerdasan dan kemampuan untuk menggunakannya, lebih kecil kemungkinannya untuk menghabiskan banyak waktu bersosialisasi karena mereka fokus pada beberapa tujuan jangka panjang lainnya.
4. Tidak FOMO
FOMO atau Fear Of Missing Out merupakan kondisi ketika seseorang takut ketinggalan hal – hal yang semua orang lakukan, contohnya seperti pergi nongkrong, ngopi, berpesta atau berlibur bersama teman. Seseorang yang cerdas tidak akan latah dan melakukan hal yang serupa, mereka tidak rela mengorbankan waktu dan pikiran untuk mengikuti tren terkini meski hal itu sedang ramai di lakukan.
Umumnya, mereka lebih suka menghabiskan waktu sendirian untuk mempelajari hal – hal baru yang memang bermanfaat, terutama untung jangka panjang. Jika mereka memang ingin bersosialisasi, mereka akan memilih kegiatan yang lebih intim bersama sahabat, seperti pergi makan bersama, menonton film, atau berkumpul dan mengobrol ringan. (mnd/ian)






