Malang (beritajatim.com) – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang telah membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 33 lokasi se Kabupaten Malang di tahun 2022 lalu.
Bangunan SPAM itu, mampu melayani penyediaan air bersih masyarakat di pedesaan sebanyak 6.325 jiwa dan tersebar di 17 Kecamatan di Kabupaten Malang.
“Ada 33 titik bangunan SPAM itu untuk 1.265 Sambungan Rumah (SR) atau Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 6.325 jiwa yang terlayani, ” ungkap Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Dr. Budiar Anwar, Selasa (10/1/2023) siang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-malang”]
Kata Budiar, sejauh ini Pemkab Malang akan terus meningkatkan layanan sistem penyediaan air minum bagi masyarakat di pelosok dusun. Sehingga, masyarakat mendapatkan pelayanan air bersih yang layak.
Penentuan titik pembangunan SPAM itu, atas usulan masyarakat melalui Musrenbang, hingga usulan dari pokok-pokok pikiran dewan serta didasarkan pada pemenuhan kebutuhan air bersih di daerah rawan air.
“Anggaran yang ada kami maksimalkan dan kami padukan dengan usulan usulan itu agar kebutuhan air masyarakat bisa terlayani dengan baik,” tegas Budiar.
Budiar melanjutkan, sebelum sistem penyediaan air minum masyarakat itu dibangun, maka harus ada kelompok masyarakat yang nanti akan mengelola SPAM tersebut. “Yang kita bangun ini layanan non Perumda, nanti kami serahkan ke kelompok masyarakat itu,” ujarnya.
Budiar menambahkan, total akumulasi hingga akhir tahun 2022 lalu, penyediaan air bersih di Kabupaten Malang dengan layanan layak telah mencapai 81,2 persen dari total penduduk Kabupaten Malang sekitar 2,6 juta jiwa.
Layanan layak ini merupakan gabungan layanan dari Perumda Tirta Kanjuruhan dan layanan dari Kelompok Masyarakat yang disediakan melalui bangunan SPAM oleh Dinas Cipta Karya, juga telah ada sumur gali di rumah masing masing warga. (yog/kun)






