Jember (beritajatim.com) – Tim Sembilan mewakili organisasi cabang olahraga yang mengusulkan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa Komite Olahraga Nasional Indonesia (Musorkablub KONI) Jember akan menyurati KONI Jawa Timur. Mereka akan mempertanyakan dasar aturan surat KONI Jatim yang menghambat musorkablub.
Hal ini menjadi keputusan dalam acara konsolidasi yang diikuti pengurus dari 33 organisasi cabang olahraga (cabor), di Restoran Mangli Indah atau Terapung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (18/5/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”koni-jember”]
Acara konsolidasi ini digelar setelah Musorkablub KONI Jember batal digelar, menyusul terbitnya surat yang tidak memperbolehkan penyelenggaraannya sebelum KONI Jatim mempelajari secara cermat dan menyimpulkan perlu tidaknya dilaksanakannya usulan musorkablub itu.
Acara dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga M. Yusuf dan dipimpin Koordinator Tim Sembilan Sujatmiko. Dalam acara itu, sejumlah pengurus cabor sepakat untuk melengserkan Abdul Haris Afianto dari kursi Ketua KONI Jember lebih cepat dari masa jabatannya yang berakhir pada 2022. Pekikan ‘wis wayahe Jember juara’ terdengar berkali-kali.
Sujatmiko menjelaskan, musorkablub merupakan aspirasi mayoritas dari 36 organisasi cabor yang berada di bawah naungan KONI Jember. Mereka menilai kinerja KONI Jember di bawah Afianto tidak sesuai ekspektasi. Salah satunya adalah melorotnya peringkat KONI dalam Pekan Olahraga Provinsi Jatim dari 17 pada 2015 menjadi 24 pada 2019.
Berangkat dari penilaian tersebut, akhirnya diputuskan oleh mayoritas cabor untuk membentuk Tim Sembilan yang dikoordinasi Sujatmiko. Tim Sembilan ini sebutan untuk cabor-cabor yang mengusulkan secara administratif digelarnya musorkablub kepada KONI Jatim. “Tim Sembilan ini sah karena harus ada yang mengusulkan musorkablub,” kata Soetriono, salah satu anggota Tim Sembilan.
Soetriono menegaskan, bahwa mekanisme pengajuan usulan itu sudah sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga KONI, yakni diusulkan dua pertiga anggota KONI Jember. Dari 36 cabor, 28 pengusul sudah memiliki surat keabsahan kepengurusan organiasi yang sah.
Musorkablub bisa digelar setelah 30 hari sejak diusulkan pada 31 Maret 2021. Apabila KONI Jember dalam waktu 30 hari tidak melaksanakannya, menurut Soetriono, maka pengusul berhak melaksanakannya. “Ini sudah 48 hari lebih. Maka sah musorkablub diselenggarakan pengusul, tapi harus dihadiri perwakilan KONI Jatim,” kata pria yang juga menjabat Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember ini.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-jember”]
Terbitnya surat KONI Jatim yang menghambat musorkablub mengecewakan mayoritas pengurus cabor. “Di sana seharusnya ada alasan. Kalau cuma dilarang kan sama seperri melarang anak kecil makan permen,” kata Ketua Federasi Arum Jeram Indonesia Jember Winarto.
Setelah surat KONI Jatim terbit, perwakilan cabor menemui Bupati Hendy Siswanto, Senin (17/5/2021) malam. Hasilnya, Hendy meminta mereka untuk menghormati surat KONI Jatim, walau tetap berjuang menyelenggarakan musorkablub. Akhirnya mereka memutuskan akan mengirimkan surat balasan kepada KONI Jatim.
Ketua Asosiasi Sepakbola PSSI Kabupaten Jember Sutikno mengatakan, dalam surat KONI Jatim itu tidak ada argumentasi yuridis dari AD-ART (Anggaran Dasar-Anggaran Rumah Tangga). “Kita sangat menjunjung tinggi AD-ART. Teman-teman cabor sangat menjunjung tinggi fair play,” katanya.
Tim Sembilan sempat mengonsultasikan surat KONI Jatim itu kepada Bupati Hendy Siswanto. Agus Hadi Santoso, anggota Tim Sembilan yang juga Ketua Harian Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Jember, mengatakan kepada Hendy bahwa da dua opsi. “Musorkablub tetap diselenggarakan dengan dihadiri bupati. Urusan belakangan. Atau smooth, kita turuti mereka,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-jember-hendy”]
Bupati Hendy Siswanto menghendaki persoalan surat KONI Jatim ini direspons dengan tenang. Ia berjanji akan mengontak KONI Jatim. Akhirnya, Tim Sembilan sepakat menggelar konsolidasi.
Menurut Agus, belakangan diketahui, bahwa ada yang menginginkan Afianto berhenti dari posisi ketua KONI Jember tanpa melalui musorkablub. Ia tidak membuka siapa yang menginginkan. Namun ia percaya tidak ada opsi lain di luat musorkablub.
“Satu-satunya cara ya musorkablub dan kita mengacu AD-ART. Itulah kemudian teman-teman berkirim surat ke KONI Jatim: apa salah kami. Kalau mau dipermasalahkan administrasinya, silakan. Kapan deadline-nya? Sementara kita dikejar waktu persiapan tuan rumah Porprov (Pekan Olahraga Provinsi),” katanya.
Sebelumnya, Sekretaris KONI Jatim Suwanto berjanji akan melakukan kajian usulan Musorkablub KONI Jember secepatnya. “Karena yang dikerjakan bukan hanya itu. Kami juga menyiapkan yang lain, menyiapkan PON, Puslatda (Pusat Pelatihan Daerah), dan kita sedang mempersiapkan teman-teman untuk tes swab. Kita memenuhi permintaan dari PB PON (Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional) yang minta siapa-siapa atlet yang akan diberangkatkan, dan juga keanggotaan BPJS (Badan Penyelanggara Jaminan Sosial). Jadi banyak sekali pekerjaan yang harus kami kerjakan,” katanya. [wir/suf]






