Blitar (beritajatim.com) – Tiga orang tenaga kesehatan Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar memperoleh penghargaan Nakes Teladan tingkat Provinsi Jawa Timur. Predikat Nakes Teladan itu didapatkan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi di tiga kategori berbeda yakni Tenaga Teknik Biomedik (ATLM), Tenaga Keterapian Fisik (fisioterapi), serta Tenaga Keteknisian Medik (Perekam Medis).
Masing-masing kategori diwakili oleh satu orang tenaga kesehatan. Tenaga Teknik Biomedik RSUD Ngudi Waluyo Wlingi diwakili oleh Laila Indana Zulfa yang memperoleh juara tenaga kesehatan teladan tingka Provinsi. Sementara untuk Tenaga Rekam medik, RSUD Ngudi Waluyo Wlingi diwakili oleh Moch. Noer Hoedan Ma’aruf yang juga menyabet juara dua nakes teladan.
Sementara satu lagi yakni kategori Tenaga Keterapian Fisik, Ayu Hanif Bela Dina terpilih mewakili Rumah Sakit Ngudi Waluyo dan juga memperoleh juara 2 tingkat nasional.
“Ya kita bersyukur karena dapat 3 penghargaan sebagai tenaga teladan di masing-masing kategori, ini bentuk apresiasi atas kerja keras tenaga kesehatan yang selalu memberikan pelayanan prima untuk masyarakat” kata Endah Woro Utami, Direktur Utama RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Jumat (18/11/2022).
Endah Woro Utami menambahkan bahwa selama ini, RSUD Ngudi Waluyo Wlingi selalu memilih sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional. Baginya dengan SDM yang berkualitas akan menjadi kekuatan bagi rumah sakit Ngudi Waluyo Wlingi untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang bermutu.
Meski merasa bangga akan prestasi yang diraih, fokus utama dari rumah sakit Ngudi Waluyo Wlingi adalah pelayanan bagi masyarakat. Endah Woro Utami berharap dengan diraihnya prestasi ini dapat menjadi pelecut bagi tenaga kesehatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi agar berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan terbaiknya bagi pasien.

“SDM merupakan salah satu kekuatan dalam mewujudkan pelayanan yang bermutu, Kami bangga dengan prestasi Nakes teladan tingkat Profinsi, dan ke depan akan semakin baik lagi SDM RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, untuk terus berprestasi ke tingkat Provinisi, Nasional dan terpenting Nakes bisa menjadi teladna dalam Kinerja Pelayanan, sesuai harapan masyarakat. Pungkasnya.
Sementara itu salah tenaga kesehatan yang memperoleh juara 1 sebagai Nakes teladan kategori Tenaga Teknik Biomedik, Laila Indana Zulfa mengaku bangga karena bisa membawa nama baik rumah sakit ke tingkat provinsi. Ia awalnya tidak menyangka bahwa dirinya bisa marih juara pertama sebagai tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Jawa Timur.
Laila mengaku tidak memiliki persiapan khusus, ia hanya mempresentasikan apa ia kerjakan setiap hari di rumah sakit. Lalia mengaku selama ini ia selalu berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada pasien.
“Alhamdulillah, tidak menyangka bisa membawa harum nama RSUD Ngudi Waluyo, persiapannya ya sama seperti biasa sih, hanya mematangkan saja persentasi pelayanan yang saya lalukan,” kata Laila Indana Zulfa.
[berita-terkait number=”4″ tag=”blitar”]
Adapun kualifikasi dalam penghargaan Tenaga Teladan ini adalah:
1. Peserta harus berstatus PNS atau non PNS
2. Minimal pendidikan D3
3. Memiliki nilai kinerja 2 tahu terakhir dengan kriteria minimal baik.
4. Sehat jasmani rohani dan bebas narkoba serta tidak merokok.
5. Tidak pernah terlibat tindak kriminalitas
6. Belum pernah menerima penghargaan tenaga teladan tingkat nasional
7. Mengikuti pelatihan bidang kesehatan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.
8. Tenaga kesehatan sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan pemberdayaan masyarakat pemberi pelayanan primer berkinerja baik serta berfungsional dan pemberi pelayanan rujukan
Laila pun menargetkan ia bisa meraih penghargaan serupa di tingkat nasional. Sementara untuk pelayanan di rumah sakit Laila berharap apa yang diraihnya bisa diterapkan dalam praktik kerjanya di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. [owi/but]






