Pamekasan (beritajatim.com) – Tiga pesantren berbeda di kabupaten Pamekasan, kembali diresmikan sebagai Pesantren Tangguh Bencana (Santana) dalam rangka menanggulangi sekaligus mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019.
Ketiga pesantren tersebut masing-masing Pesantren Al-Djufri Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pesantren Karang Manggis Rombuh, Kecamatan Palengaan, serta Pesantren Sumber Sari Rek Kerek, Kecamatan Palengaan.
Tiga pesantren tersebut sebagai lanjutan dari peresmian Santana sebelumnya yang juga meliputi tiga pesantren berbeda, yakni Pesantren Al-Hasan Srambah, Kecamatan Proppo, Pesantren Al-Mujtama’ Plakpak, Kecamatan Pagantenan, serta Pesantren Miftahul Ulum Bettet, Pamekasan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pesantren-tangguh”]
“Atas nama Pemkab Pamekasan, kami menyampaikan terima kasih karena pesantren ini telah menjadi pelopor gerakan vaksinasi untuk menjaga herd immunity,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Taman di sela peresmian Santana di Pesantren Al-Djufri Blumbungan, Kamis (30/9/2021).
Selain itu pihaknya menyampaikan program Santana sebagai upaya melindungi para ulama, kiai serta masyarakat di sekitar pesantren. “Karena dengan adanya program Santana ini, penerapan protokol kesehatan di lingkungan pesantren akan diperketat,” ungkapnya.
“Jadi dalam praktiknya, nantinya tamu yang suwun kepada pengasuh harus menerapkan protokol kesehatan. Semisal melewati bilik disinfektan, mencuci tangan dengan sabun serta menggunakan masker. Hal ini sebagai bentuk ikhtiar kita bersama agar terhindar dari Covid-19,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-pamekasan”]
Terlebih selama ini muncul beragam asumsi masyarakat di tengah pendemi Covid-19, bahkan mereka justru terjebak atas berbagai jenis informasi hoaks yang massif di media sosial. “Karena itu sangat penting untuk selalu memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, agar selalu menerapkan prokes,” imbuhnya.
“Jadi mulai sekarang jangan lagi terjebak dan percaya hoaks atau fitnah yang beredar dan sengaja disebar oknum tertentu dan tidak bertanggung jawab. Sebab sangat penting bagi kita semua untuk selalu menerapkan protokol kesehatan untuk menjaga kesehatan bersama,” tegas Mas Tamam.
Tidak hanya itu, pihaknya juga memastikan tugas menjaga para ulama, kiai, santri dan bangsa sebagai tanggungjawab bersama. “Banyak pesantren di luar Madura, seperti Lirboyo hingga Sidogiri sudah melakukan vaksinasi. Sekarang jangan percaya hoaks lagi, sebab vaksin itu halal dan aman,” pungkasnya. [pin/ted]






