Surabaya (beritajatim.com) – Ada berbagai cerita rakyat yang populer di Jawa Timur. Beberapa di antaranya bercerita tentang asal usul kota di Jawa Timur.
Selain itu, ada juga cerita rakyat yang menceritakan tentang budaya yang ada di kota tersebut. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 3 cerita rakyat di Jawa Timur yang populer.
1. Asal Usul Nama Surabaya
Asal usul kota Surabaya merupakan salah satu cerita rakyat di Jawa Timur yang populer. Konon, nama Surabaya berasal dari kata Sura atau ikan hiu dan Baya yang berarti buaya.
Semua bermula saat Ikan Hiu Sura dan Buaya yang berada di lautan kerap kali bertengkar. Alasan pertengkaran mereka disebabkan berebut mangsa.
Keduanya sama-sama kuat, cerdas dan ganas. Meski begitu, Sura dan Baya terus bertengkar tanpa pernah ada yang menang ataupun kalah. Selanjutnya, mereka membuat kesepakatan. Sura yang mengusulkan tentu lebih dahulu memiliki taktik yang menguntungkan dirinya. Dia mengatakan untuk membagi dua wilayah kekuasaan.
[berita-terkait number=”1″ tag=”surabaya”]
Untuk area laut dikuasai oleh Sura, sedangkan Baya berada di darat. Keduanya harus mencari mangsa di daerah kekuasaannya saja.
Setelah menyetujui aturan itu, pertengkaran mulai mereda. Sampai akhirnya Sura secara diam-diam menuju daerah Sungai untuk mencari mangsa. Baya yang mengetahui hal tersebut tentu marah besar karena sungai daerah kekuasaannya.
Mereka berdebat mengenai sungai yang termasuk kekuasaan darat atau laut. Baya bersikukuh bahwa sungai merupakan wilayahnya karena terdapat daratan pada sungai. Sementara itu, Sura mengklaim bahwa sungai merupakan kekuasaannya karena berair.
Dalam cerita rakyat ini, dua hewan ganas ini terus berdebat tidak mau kalah. Selanjutnya, meerka saling menyerang, menggigit dan memukul masing masing hingga membuat area sungai pada saat itu berubah menjadi merah.
Dalam pertarungan yang dahsyat tersebut, Sura tergigit ekornya sampai hampir putus, sementara Baya pangkal ekor sebelah kanan terluka.
Akibat luka tersebut, Baya ekornya terus membengkok ke arah kiri. Sura sendiri langsung kembali ke lautan ketika terluka parah. Dalam hal ini Baya cukup puas karena bisa mempertahankan daerah kekuasaannya. Dari sinilah kemudian muncul nama Surabaya dengan ikon ikan Hiu Sura juga buaya Baya.
[berita-terkait number=”1″ tag=”banyuwangi”]
2. Asal Usul Banyuwangi
Nama Banyuwangi berasal dari dua kata yakni Banyu yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti air sementara Wangi artinya harum. Bisa diartikan jika Banyuwangi merupakan air yang wangi.
Konon, Kerajaan Blambangan diperintah oleh raja yang bernama Raja Silahadikrama. Wataknya rakus dan tamak akan harta maupun perempuan. Bahkan,jika melihat perempuan cantik , dia pasti akan mengambilnya tanpa peduli status. Meski begitu, sang Raja Patih yang bernama Patih Sidapeksa memiliki istri Sri Tanjung yang cantik jelita.
Raja berencana menyingkirkan sang patih agar bisa memiliki istrinya yang cantik itu. Sampai akhirnya ia merencanakan tipuan kepada Patih untuk mencari tumbal di Alas Purwo. Sang Patih pergi untuk mematuhi perintah sang Raja, meskipun sang Istri tidak mengijinkan. Pada kesempatan itu, sang Raja menggoda Sri Tanjung dengan banyak cara namun tidak berhasil.
Karena cara tersebut gagal, Sang Raja membuat fitnah jika Sri Tanjung berselingkuh. Sontak hal ini membuat Patih Sidapaksa marah meminta sang istri membuktikan.
Sri Tanjung berkata jika ia bersalah, maka telaga akan berbau busuk , jika tidak akan sebaliknya. Sri Tanjung kemudian menceburkan diri dan aroma yang muncul justru harum. Hal ini membuat Sang Patih menyesal karena tidak percaya.
[berita-terkait number=”1″ tag=”ponorogo”]
Karena tidak berhasil Sang Raja membuat fitnah jika Sri Tanjung sudah berselingkung. Hal ini membuat Patih Sidapaksa marah meminta sang istri membuktikan. Sri Tanjung berkata jika ia bersalah telaga akan berbau busuk , jika tidak akan sebaliknya. Sri Tanjung kemudian menceburkan diri dan aroma yang muncul justru harum. Membuat Sang Patih menyesal karena tidak percaya.
3. Asal Usul Reog Ponorogo
Kisah tentang Reog Ponorogo merupakan salah satu cerita rakyat di Jawa Timur yang populer. Cerita ini berkaitan dengan Dewi Sanggalangit yang begitu cantik.
Putri dari kerajaan Kediri ini membuat sayembara untuk calon yang ingin menikahinya. Namun, syaratnya harus melakukan pertunjukkan tarian dengan barisan kuda kembar, musik gamelan dan binatang berkepala dua.
Hingga akhirnya Singabarong juga Kelana Swandana mengatakan jika bersedia memenuhi syarat. Pada saat itu Kelana tahu jika Singabarong sudah menyiapkan semuanya.
Namun, Kelana Swandana merasa khawatir karena belum mengetahui Binatang berkepala dua yang membuat Kelana Swandana khawatir. Karena belum siap terkait binatang berkepala dua.
Meski begitu, kesaktian Kelana berhasil membuat Singabarong menjadi harimau juga burung merah di bagian kepalanya. Hal tersebut memenuhi syarat hingga akhirnya Dewi Sanggalangit akhirnya menikahi Kelana Swandana. (nap)






