Gresik (beritajatim.com)- Sebanyak 3.500 atlet berkompetisi di ajang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Gresik 2024. Ajang prestasi olahraga tingkat daerah itu memperebutkan 756 medali dari 16 cabang olahraga dengan 221 nomor yang dipertandingkan.
Cabang olahraga yang dipertandingkan di antaranya atletik, taekwondo, pencak silat, karate, futsal, sepak bola, bola voli indoor, tenis meja, bola basket, e-sport, catur, panjat tebing, renang, panahan, bulutangkis, dan dancesport.
Dengan tema ‘Menggali Potensi Daerah untuk Meraih Prestasi’, Perhelatan olahraga tingkat kabupaten itu juga sebagai mencari bibit atlet yang dipersiapkan diajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Ketua Komite Olaharaga Nasional Indonesia (KONI) Gresik, Anis Ambiyo Putri menuturkan, ajang Porkab 2024 ini akan memunculkan bibit-bibit atlet yang nantinya bisa mengharumkan nama Gresik di Porprov Jatim 2025.
“Ini juga sebagai bentuk persiapan tim Kabupaten Gresik dalam berlaga di berbagai kompetisi, seperti Porprov Jatim tahun 2025 yang nanti akan di gelar di Malang Raya,” tuturnya, Minggu (11/8/2024).
Ia menambahkan, Porkab Gresik 2024 akan berlangsung selama 10 hari. Mulai 21sampai 30 Agustus 2024 di berbagai lokasi yang telah disiapkan untuk pertandingan. “Kami mengajak masyarakat Gresik turut serta memeriahkan acara ini dan memberikan dukungan kepada para atlet yang berlaga,” imbuhnya.
Sementara Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, dirinya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Porkab 2024.
“Porkab kali ini menjadi suatu pintu awal bagi para atlet untuk meraih kesuksesan. Mudah-mudahan lewat ajang ini akan muncul insan-insan atlet berprestasi yang bisa berlaga di ajang provinsi maupun nasional atau bahkan internasional,” katanya.
Dirinya mengingatkan pentingnya jiwa sportifitas dan fair play dalam setiap cabang olahraga yang dilombakan. Hal ini karena pada prinsipnya Porkab Gresik dihelat bukan hanya sebagai ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga untuk mempererat persaudaraan sesama atlet.
“Sportifitas tetap dijunjung tinggi, kalah menang hal biasa. Jangan sampai olahraga prestasi dicederai dengan kecurangan,” pungkasnya. [dny/suf]






