Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 280 ribu orang berstatus warga binaan pemasyarakatan yang tersebar di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Indonesia. Dimana dari sebanyak itu 98 persen diantaranya masuk usia produktif.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto mengatakan, bahwa para pemangku jabatan di Lapas dan Rutan harus aktif berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi warga binaan pemasyarakatan.
“Penghuni Lapas dan Rutan di seluruh Indonesia itu hampir 280 ribu lebih yang 98 persennya berusia produktif,” ujar Agus di Malang, pada Selasa (29/7/2025).
Agus menyebut jalinan komunikasi dengan stakeholder setempat bertujuan agar saat kembali ke masyarakat, para warga binaan pemasyarakatan memiliki bekal dan siap berdaya. Agus menyebut mayoritas WBP adalah warga lokal area Lapas.
“Saat ini yang menjadi tanggung jawab kami sebenarmya mereka adalah juga merupakan bagian daripada warga masyarakat mana mereka ditempatkan. Adalah tanggungjawab dari para pejabat di daerah yang saat ini sedang menjabat,” ujar Agus.
Agus mengajak semua pihak untuk berkolaborasi mengkaryakan para WBP. Apalagi 280 ribu lebih bukanlah jumlah yang sedikit. Dia menyebut tenaga kerja dari WBP bisa dilirik oleh para pengusaha maupun dipekerjakan oleh Pemerintah Daerah di Lapas tempat mereka menghabiskan masa tahanan.
“Tentunya 280.000 ini bukan jumlah yang kecil artinya kalau kita bisa manfaatkan mereka. Satu mereka tidak pernah unjuk rasa yang kedua mereka tidak pernah nuntut UMR. Jadi saya mengimbau kepada para pengusaha, pelaku usaha di daerah. Termasuk teman di lapas dan rutan untuk secara aktif berkomunikasi dengan seluruh stakeholder yang ada di daerah,” ujar Agus. (luc/but)






