Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 241 atlet pelajar Kota Mojokerto siap berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Provinsi Jawa Timur 2026 dan sebanyak 14 atlet mengikuti Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jatim 2026 Mereka dilepas langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.
Pelepasan tersebut menjadi penanda kesiapan kontingen Kota Mojokerto untuk bersaing dengan atlet pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari pun berpesan agar para atlet menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga nama baik daerah selama bertanding.
“Para atlet yang diberangkatkan sejatinya membawa nama Kota Mojokerto di pundak kalian. Kalian semua adalah harapan bagi Kota Mojokerto untuk menjadi atlet-atlet berprestasi yang membanggakan nama harum kota tercinta,” ungkapnya di Pendapa Sabha Mandala Tama, Balai Kota Mojokerto, Senin (26/10/2026).
Keikutsertaan dalam POPDA bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat, tangguh, disiplin, berkarakter, dan berprestasi. Menurutnya, pembinaan olahraga pelajar sejalan dengan cita pertama dalam Panca Cita Kota Mojokerto 2025–2029, yakni membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
“Ini bagian dari ikhtiar kita membangun generasi muda yang sehat, tangguh, disiplin, berkarakter, dan berprestasi,” ujarnya.
Dalam POPDA XV Jatim 2026, kontingen Kota Mojokerto terdiri atas 252 orang, meliputi 209 atlet dan 43 pelatih. Selain itu, Kota Mojokerto juga mengirimkan 23 orang untuk mengikuti cabang olahraga eksibisi POPDA, yang terdiri atas 18 atlet, empat pelatih, dan satu ofisial. Kota Mojokerto berpartisipasi dalam 23 cabang olahraga POPDA dan tiga cabang olahraga eksibisi.
Kontingen juga mengikuti Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jatim 2026 dengan mengirimkan 14 orang, terdiri atas sembilan atlet dan lima pelatih, untuk bertanding dalam empat cabang olahraga. Menurutnya, POPDA dan PEPARPEDA menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus menunjukkan hasil pembinaan olahraga yang telah dilakukan selama ini.
Pemerintah Kota (Pemkot).Mojokerto melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) terus mendorong pembinaan olahraga pelajar secara berkelanjutan. Pembinaan dilakukan mulai dari penjaringan bakat, pelatihan, peningkatan kualitas pelatih, kompetisi berjenjang, hingga evaluasi prestasi.
Ajang tingkat provinsi tersebut juga menjadi sarana untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus mengidentifikasi atlet potensial yang dapat dikembangkan menuju kompetisi tingkat nasional hingga internasional. Ning Ita (sapaan akrab, red) mengapresiasi para atlet yang terpilih mewakili Kota Mojokerto.
Para pelatih, Disporapar, pengurus cabang olahraga, pihak sekolah, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung persiapan kontingen. Wali Kota perempuan pertama di Mojokerto mengingatkan seluruh atlet agar menjaga kedisiplinan, mematuhi aturan pertandingan, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Kesempatan mengenakan atribut dan membawa nama Kota Mojokerto adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah. Jagalah nama Kota Mojokerto, tunjukkan kemampuan terbaik, kedisiplinan, dan sportivitas. Selamat bertanding, semoga kembali ke Kota Mojokerto sebagai sang juara,” pungkasnya.
Pelepasan kontingen tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur M. Hadi Wawan Guntoro, Ketua Umum KONI Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo, serta Ketua NPCI Kota Mojokerto Pity Kifarudin. [tin/ian]






