Lamongan (beritajatim.com) – Keberadaan koperasi yang diharapkan bisa menjadi penggiat, pengungkit, dan penggerak dalam menggairahkan kembali Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ternyata tak cukup mampu bertahan di tengah terpaan badai Pandemi Covid-19 ini. Bahkan, satu persatu koperasi di Lamongan telah tumbang.
Diketahui, sebelumnya Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (YES) telah menggalakan UMKM dengan tagline ‘Ayo Beli Produk Lamongan’. Tetapi kini, di momen Hari Koperasi ke-74 tahun ini harapan tersebut mulai pupus lantaran koperasi yang diharapkan bisa menjadi satu dari sekian penyedia modal bagi pelaku UMKM itu nasibnya di ujung tanduk.
Tak main-main, dari data yang dihimpun, terdapat 220 koperasi di Lamongan yang kini tersenggal-senggal nafasnya. Sontak, hal itu jelas berakibat pada terhambatnya keinginan Bupati YES untuk kembali menggelorakan UMKM dengan tagline ‘Ayo Beli Produk Lamongan’.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lamongan, Agus Suyanto mengungkapkan, kabar tumbangnya 220 koperasi yang bergerak di bidang Usaha Simpan Pinjam (USP) tersebut, ditandai dengan beberapa indikasi, di antaranya yakni koperasi tidak pernah melaporkan kegiatan, tidak ada aktivitas yang dilakukan, dan tidak adanya Rapat Akhir Tahun (RAT) anggota yang digelar selama dua tahun berturut-turut.
“Hingga saat ini sudah ada 220 Koperasi yang tidak aktif melakukan aktivitas apapun termasuk RAT,” ujar Agus panggilan akrab Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lamongan itu, saat dikonfirmasi wartawan via Whatsapp, Senin (12/7/2021).
Lebih lanjut, Agus menyampaikan, tumbangnya satu per satu koperasi di Lamongan ini berjalan begitu cepat. Pasalnya baru sebulan berjalan, lanjut Agus, sudah terdapat penambahan jumlah yang cukup signifikan. “Saat acara penyerahan penghargaan kepada Koperasi berprestasi dan pelaku usaha mikro di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan pada Kamis tanggal 8 April lalu, jumlah koperasi yang tidak aktif ada 200, kini jumlahnya bertambah cepat jadi 220,” paparnya.
Oleh karena itu, Agus mengaku, akan terus mensupport agar Koperasi di Lamongan terus ada dan berkembang, dan ia berharap pada tahun ini tidak ada lagi koperasi yang tumbang di tengah jalan. “Kalau ada kesulitan tentu bisa dikonsultasikan ke Dinas Koperasi bagaimana kiat-kiat Koperasi bisa survive di tengah persaingan seperti ini apalagi ada pandemi covid-19,” sambungnya.
Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Koperasi dan UMKM Lamongan, ada 1.318 koperasi yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, ada 1.098 di antaranya yang masih aktif melakukan aktifitas dengan rutin dan melaporkan kegiatannya serta menggelar RAT setiap tahunnya. Sementara sisanya, sebanyak 220 koperasi tidak aktif alias tumbang.
Di lain pihak, Bupati YES dalam keterangannya pada beberapa waktu lalu menuturkan, bahwa peran koperasi ini sangat penting sebagai penggiat, pengungkit, dan penggerak dalam menggairahkan kembali UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), utamanya di Lamongan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”koperasi”]
Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang tidak jelas kapan berakhirnya ini, kondisi UMKM nampak begitu lesu. Oleh karena itu, Bupati YES berkomitmen untuk membangkitkan kembali berbagai sektor yang sempat lesu ini. “Yang terpenting saat ini bagaimana membangkitan kembali UMKM dan IKM di Lamongan. Upaya ini harusnya didukung oleh elemen-elemen yang lain, seperti koperasi, perbankan, dan lainnya,” tuturnya waktu itu.
Kala itu, Bupati YES juga berkeinginan bahwa produk-produk Lamongan dapat lebih dikenal dan masuk ke warung-warung waralaba, bahkan banyak yang bisa sampai melakukan ekspor.
Kini, Koperasi yang diharapkan mampu menjadi wadah yang turut serta mengambil peran untuk menggairahkan UMKM ini kondisinya telah terancam, sehingga perannya yang dibutuhkan dalam membantu sektor permodalan juga ikut tersendat dan menyisakan persoalan baru. [riq/but]






