Surabaya (beritajatim.com) – Ditengah ketakutan Presiden Joko Widodo, yang menyebutkan ekonomi dunia akan gelap. PT Bank Mandiri Tbk (Persero) justru optimistis kinerja perseroan akan tetap tangguh.
Menurut Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri Panji Irawan dalam acara Media Gathering and Presentasi Macroeconomic Outlook secara daring, pertumbuhan ekonomi di triwulan III-2022 akan lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya.
Salah satu alasannya adalah pemulihan ekonomi di triwulan II-2022 lebih cepat dari prediksi semula. Semula diprediksi ekonomi hanya akan tumbuh 5,2 persen usai dihantam pandemi. Tetapi pelonggaran mobilitas membuat ekonomi justru naik 5,44 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).
“Kinerja perekonomian sepanjang paruh pertama tahun ini banyak ditopang oleh pulihnya tingkat konsumsi masyarakat dan dibarengi kinerja ekspor yang cemerlang,” bebernya.
Selama periode Januari – Agustus 2022, neraca perdagangan mencatat surplus sebesar 34,9 miliar dolar AS atau secara signifikan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar 20,7 miliar dolar AS.
[berita-terkait number=”4″ tag=”mandiri”]
Lalu bagaimana dengan potensi bisnis perbankan terutama Bank Mandiri sendiri?. Panji justru merasa lebih percaya lagi setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga jadi 4,25 persen dan melihat tingginya daya beli masyarakat yang disertai dengan laju inflasi. Maka Bank Mandiri memprediksi tahun 2023 suku bunga bisa naik kearah 5,25 persen.
Dikatakan, modal infrastruktur yang dimiliki Bank Mandiri seperti kinerja keuangan yang menorehkan hasil sangat baik di kuartal II-2022, yakni total aset tumbuh 13 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) dengan kualitas yang terjaga.
“Kenaikan itu tentunya diikuti oleh peningkatan penyaluran kredit yang tumbuh 12,2 persen (yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan pun meningkat signifikan sebesar 12,8 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan yang sebesar 9,1 persen (yoy),” tandasnya.[rea]






