Ponorogo (beritajatim.com) – Srikandi-srikandi Partai Demokrat Ponorogo bakal berjuang dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024. Dari 45 bakal calon legislatif (bacaleg) Partai Demokrat yang didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo, 20 di antaranya merupakan perempuan.
Artinya, Partai Demokrat Ponorogo untuk keterwakilan dari perempuan sudah mencapai lebih dari 40 persen. Sehingga angka tersebut sudah lebih dari cukup untuk mendaftar guna ikut berpartisipasi dalam Pileg 2024 nanti.
“Untuk keterwakilan perempuan sesuai peraturan kan 30 persen, ini sudah kita cukupi. Malahan, bacaleg perempuan dari Partai Demokrat Ponorogo sudah 40 persen lebih,” kata Ketua Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Ponorogo, Miseri Effendi, usia menyerahkan berkas ke KPU Ponorogo, Sabtu (13/5/2023) siang.
Dalam kesempatan tersebut, Miseri minta doa restu kepada masyarakat Ponorogo, untuk diberi kemudahan dan kelancaran dalam mengarungi Pileg 2024 nanti. Menilik hasil Pileg 2019 lalu di Kabupaten Ponorogo, Partai Demokrat menjadi peraih kursi terbanyak ketiga dengan perolehan 5 kursi di DPRD Ponorogo.
Baca Juga:
Demokrat Ponorogo Layangkan Surat Perlindungan Hukum ke MA
Ke depan, Miseri menyebut target Partai Demokrat tentu bakal ditingkatkan. Tentu targetnya bisa menambah jumlah kursi, yakni 9-10 kursi. Artinya, dengan begitu parpolnya berencana menggeser dan naik menduduki posisi ke dua.
“Target kita realistis, naik ke posisi 2 besar peraih kursi terbanyak, atau mendapatkan 9 atau 10 kursi yang berada di DPRD Ponorogo,” katanya.
Salah satu bacaleg perempuan dari Partai Demokrat Ponorogo, Naha Navisa mengaku dirinya termotivasi untuk terjun ke dunia politik, tidak karena sosok ketua DPC Partai Demokrat Ponorogo Miseri Effendi. Dara kelahiran 22 tahun silam itu, salut kepada Miseri yang sudah berkiprah di dunia politik saat usianya masih muda.
Baca Juga:
Alasan Sakit, Legislator Partai Demokrat Ponorogo Mengundurkan Diri
“Pak Miseri sudah sejak muda terjun ke dunia politik, saya termotivasi juga ingin melakukannya,” kata Naha Navisa.
Sebagai newbie di dunia politik, namun Naha mengaku sudah punya bekal untuk terjun di dunia politik. Semasa berkuliah di Surabaya, dirinya aktif di organisasi kampusnya.
“Saya menjadi aktivis kampus sejak masuk awal kuliah. Ini bisa menjadj bekalnya,” pungkasnya. [end/beq]






